Momen Haru Ayah Peluk Anak Setelah Sebulan Tak Bertemu di Sekolah Rakyat Indramayu

by -85 views
by
Momen Haru Ayah Peluk Anak Setelah Sebulan Tak Bertemu di Sekolah Rakyat Indramayu

JABARMEDIA – Di tengah kegembiraan suasana belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 Indramayu, terlihat pemandangan yang menyentuh ketika seorang ayah meneteskan air mata bahagia. Peristiwa penuh perasaan itu berlangsung pada hari Minggu (19/10/2025), saat SRT 40 mengadakan acara kunjungan keluarga untuk para siswanya.

Nurita (46), penduduk Desa Limpas, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, tampak memeluk erat putrinya, Meri Mira Visilmi Kaffah (9), yang kini sedang menempuh pendidikan di sekolah rakyat tersebut. Ia sulit menyembunyikan perasaan haru setelah sebulan terpisah dari anaknya.

“Semoga anak saya menjadi orang yang sukses. Saya yakin, di sini anak saya dapat belajar dengan baik,” kata Nurita dengan suara gemetar saat diwawancarai di tengah kunjungannya ke SRT 40 Indramayu yang terletak di Jalan Gatot Subroto.

Nurita mengakui bahwa ia datang khusus untuk melihat perkembangan anaknya di sekolah. Ini adalah kunjungan yang kedua bagi dirinya sejak Meri mulai belajar di SRT 40 sekitar sebulan yang lalu. Pada kesempatan ini, ia juga membawa istri serta dua anak lainnya untuk bersama-sama menebus rindu.

Baca Juga:  Kereta Cianjur-Sukabumi tak Lagi Beroperasi Mulai 1 April

Perasaan haru semakin terasa saat Meri menyambut orang tuanya dengan pelukan yang hangat. Suasana kekeluargaan yang tercipta membuat banyak orang tua sulit menahan air mata mereka.

Menurut Nurita, meskipun berat untuk berpisah, ia merasa tenang karena Meri terlihat bahagia dan nyaman di sekolah. Ia menganggap fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh pihak sekolah sangat memadai serta mendukung keluarga yang memiliki kondisi ekonomi terbatas.

“Katanya teman-temannya ramah, makanannya lezat, sehingga anak saya merasa nyaman. Bahkan dia sendiri yang meminta untuk sekolah di sini,” ujar Nurita sambil tersenyum.

Ia menganggap, Sekolah Rakyat Indramayu tidak hanya menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara siswa dan orang tua.

Saat bertemu, Meri langsung berjabat tangan dan memeluk ayahnya—sesuatu yang jarang ia lakukan di rumah sebelumnya. Bagi Nurita, perubahan kecil ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di sekolah tersebut berhasil dilaksanakan.

Dulunya dia agak dingin, tetapi sekarang setiap bertemu langsung ia menyambut dengan salam dan pelukan. Saya sampai terharu. Sekarang terasa anak saya lebih perhatian,” katanya sambil mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  Bapak Kosong: Menghidupkan Kembali Peran Ayah Yang Terganti

Sebelum mengenyam pendidikan di SRT 40, Meri bersekolah di sebuah sekolah swasta yang berada dekat dengan rumahnya. Namun, karena keterbatasan dana dan ketidaknyamanan dalam lingkungan sebelumnya, keluarga akhirnya memutuskan untuk mengirimnya ke sekolah umum.

Sebagai sopir ambulans yang bekerja sebagai tenaga kontrak, Nurita mengatakan penghasilannya tidak stabil. Ia kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya secara penuh, terutama biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, di sekolah rakyat semua kebutuhan anak dipenuhi. Mulai dari makanan, tempat tinggal, hingga alat belajar. Kami sangat terbantu,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu merupakan bagian dari inisiatif pemerintah daerah bersama sejumlah perusahaan swasta untuk menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sekolah ini tidak hanya menekankan pembelajaran akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kemandirian, serta keterampilan hidup.

Dengan sistem pendidikan asrama, anak-anak diajarkan untuk hidup mandiri, berdisiplin, serta menghargai sesama. Nurita berharap program semacam ini terus berlangsung agar semakin banyak anak di Indramayu yang dapat memperoleh pendidikan tanpa harus khawatir dengan biaya.

Baca Juga:  Suara Dukungan Jalur Independen Memenuhi Syarat

“Bagi saya, yang terpenting adalah anak saya bisa bersekolah dan memiliki masa depan. Jika nanti sukses, itu adalah hadiah terbesar bagi orang tua,” ujar Nurita dengan penuh harapan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.