JABARMEDIA – Akhirnya PSIM meraih kemenangan pertama dalam laga kandang setelah sepuluh pekan penyelenggaraan BRI Super League 2025/26. Menghadapi Dewa United, skor 2-0 berhasil mengakhiri ” kutukan” kesulitan menang di kandang sendiri, meskipun biasanya lebih mudah menang saat bermain di luar kandang.
Beberapa pertandingan kandang PSIM di Stadion Sultan Agung berakhir dengan hasil imbang atau kekalahan dari tim lawan. Misalnya, saat menghadapi Arema FC (16/8) dan Persib Bandung (24/8) yang berakhir dengan skor 1-1. Atau saat melawan Borneo FC (14/9) yang berakhir dengan kekalahan 1-3.
Nermin benar-benar menjadi bintang utama dalam pertandingan kandang kemarin. Dari pemain asal Slovenia ini, dua gol PSIM tercipta pada menit ke-3 dan 61. Dua umpan dari Pulga Vidal akhirnya menjadi kunci terciptanya dua gol kemenangan tersebut.
Sejak peluit kick-off ditiup, anak-anak Van Gastel langsung mengancam tim tamu. Terlebih setelah Dewa United harus bermain dengan sepuluh pemain pada babak kedua, setelah Nick Kuipers menerima kartu kuning kedua yang berubah menjadi kartu merah, maka Laskar Mataram segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan serangan ke gawang Dewa United.
Tentu saja, pelatih utama PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengapresiasi kemenangan tersebut. Ia menyebutkan bahwa ini adalah hasil evaluasi setelah kekalahan dalam pertandingan tandang pekan ke-9 melawan Persita dengan skor yang memprihatinkan, yaitu 4-0.
“Setelah pertandingan melawan Persita, kami kembali ke Jogja pada hari Sabtu (18/10). Kami menonton ulang rekaman pertandingan tersebut yang menurut saya perlu saya tunjukkan kepada mereka,” katanya sebagaimana dilaporkan oleh situs PSIM.
Selain itu, pendekatan yang bersifat humanis juga diterapkan olehnya terhadap anak asuhnya. Untuk menjaga kesehatan pikiran, Van Gastel memberikan kesempatan kepada para pemain untuk berinteraksi dengan keluarga mereka. Menurutnya, hal ini penting agar para pemain dapat kembali ke lapangan dengan performa yang lebih baik.
“Pada suatu hari mereka harus makan bersama keluarga, termasuk anak-anak, untuk meregangkan tubuh,” kata pria yang memulai karier pelatihannya di Feyenoord U-19 pada tahun 2007.
Meskipun mengakui para pemainnya tampil sangat baik dalam pertandingan kemarin, Van Gastel sempat menyatakan bahwa seharusnya anak asuhnya mampu mencetak lebih banyak gol.
“Menurut saya, di babak pertama, kita seharusnya mampu mencetak lebih dari satu gol,” kata pelatih asal Belanda ini.
Berkat kemenangan atas Dewa United, PSIM mampu naik ke posisi tiga besar dalam klasemen sementara Super League 2025/26 dengan perolehan 15 poin. PSIM berada di bawah Borneo FC Samarinda dan Persita.







