Peserta Parade Drumband Pecahkan Rekor MURI di Purwakarta Terganggu Keracunan Massal

by -97 views
by
Peserta Parade Drumband Pecahkan Rekor MURI di Purwakarta Terganggu Keracunan Massal

JABARMEDIA – Badan Kesehatan (Dinkes)Kabupaten Purwakartameneliti dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa dari Kecamatan Maniis yang harus dirawat di puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta.

“Sebagian besar siswa mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare,” ujar Kepala Dinkes Purwakarta, Asep Saepudin.

Ia menyampaikan bahwa para siswa mengalami gejala-gejala tersebut setelah mengikuti kegiatan Parade Drumband Gebyar Merah Putih pada hari Minggu (19/10).

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya menduga kasus keracunan terkait dengan konsumsi nasi kotak dari catering acara yang dimakan peserta setelah kegiatan selesai.

“Diduga ada hubungannya dengan makanan yang dimakan peserta setelah parade drumband kemarin. Makanan tersebut berasal dari catering, dan kami sudah mengambil sampelnya untuk dites di laboratorium,” katanya.

Asep menyampaikan bahwa dari jumlah korban yang sedang dirawat di Puskesmas Maniis, tiga orang di antaranya perlu dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna mendapatkan pengobatan lebih lanjut, karena mengalami gejala yang lebih parah.

Baca Juga:  Wisata NTT: 5 Destinasi Menarik di Sekitar Labuan Bajo Selain Komodo

“Sebanyak 36 orang sedang menjalani perawatan di puskesmas, sementara tiga orang dirujuk. Kami juga telah mengirimkan tenaga tambahan dari Puskesmas Tegalwaru dan Plered untuk membantu penanganan karena keterbatasan jumlah tenaga medis di Maniis,” katanya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, menurutnya, sejumlah korban adalah siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Maniis.

Namun, beberapa orang tua juga mencoba makanan tersebut dan mengalami gejala yang sama.

“Memang ada juga orang tua yang ikut makan, namun untuk memastikan penyebab keracunan, kita menunggu hasil uji laboratorium dari Labkesda,” katanya.

Mereka akan terus mengawasi perkembangan kondisi korban serta melakukan penyelidikan terhadap sumber perusahaan catering yang digunakan dalam acara tersebut.

“Prioritas utama kami ialah memastikan kondisi seluruh korban tetap stabil. Mengenai penyebabnya, kami menunggu hasil dari laboratorium. Semoga tidak ada kasus tambahan,” ujarnya.

Sementara itu, hingga Senin sore, Puskesmas Maniis masih dipenuhi oleh para korban keracunan. Mereka masih berbaring dan menerima perawatan. Bahkan masih terdapat cukup banyak yang sedang mendapatkan infus dan oksigen.

Baca Juga:  Mahasiswa IPB Temukan Biotoilet untuk Daerah Bencana

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.