JABARMEDIA – Kualitas udara di Tangerang Selatan dan Kota Depok menduduki peringkat kedua dan ketiga terburuk pada hari ini, Selasa (21/10).
Berdasarkan pengamatan dari IQAir, tingkat polusi di Serpong, Tangerang Selatan mencapai 155, yang berada dalam kategori berbahaya. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Bandung yang memiliki tingkat polusi sebesar 178. Kedua daerah tersebut berada dalam zona merah.
“Dampaknya seperti, jika daerah Tangsel memiliki banyak industri, seperti industri pasir, berbagai jenis pabrik. Itu tentu menghasilkan emisi dan partikel yang terlepas,” ujar Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Ardhi Adhary Arbain.
Sementara untuk pengawasan di Depok, tingkat pencemaran di kota ini mencapai 147 atau berada dalam zona kuning.
“Jika Depok lebih banyak kendaraan, terutama di sisi transportasi. Jakarta, Bandung, Tangerang, juga demikian. Tangsel mayoritasnya industri,” tambahnya.
Ardhi menyampaikan, tingkat pencemaran yang tinggi dapat memicu masyarakat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Jika konsentrasi sedang tinggi, hal itu dapat memengaruhi sistem pernapasan.
Menurutnya, polusi lebih berpotensi menyebabkan penyakit pada musim kemarau. Karena kelembapan yang tinggi juga berdampak.
“Jika hujan turun banyak, akan lebih baik, karena membersihkan udara. Seperti namanya, aerosol atau partikel udara terbawa olehnya. Namun terkadang sekarang hujan tidak selalu terjadi,” katanya.
Lantas, apa imbauan Ardhi?
“Jika memang harus keluar dari ruangan, setidaknya gunakan masker biasa, untuk mencegah penyebaran. Jika memang sedang sakit, sebaiknya tidak keluar juga,” tutupnya.









