JABARMEDIA – Pengusaha Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang menyambut positif langkah transformasi digital yang sedang digiatkan pemerintah guna meningkatkan kompetensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tidak diragukan lagi, jika pelaku usaha menguasai transformasi digital, maka produk lokal, khususnya Ubi Cilembu, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah era yang serba digital saat ini, menurut Ketua Tim Pengusul, Deden Komar Priatna, pelaku usaha—terutama UMKM—tidak lagi dapat bergantung pada metode konvensional dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Adaftasi Teknologi
“UKM perlu berani berinovasi dan menyesuaikan diri dengan teknologi, mulai dari pemasaran digital, sistem pembayaran tanpa uang tunai, hingga pengelolaan keuangan menggunakan perangkat lunak,” kata Deden saat diwawancarai di kawasan Cilembu, Sabtu (18/10).
Dan, upaya peningkatan kemampuan digital bagi pelaku UMKM ini, selanjutnya, mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program hibah DTRPM (Dana Transfer Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat) sebesar Rp47.429.000.
” Dana tersebut digunakan untuk mendukung pelatihan transformasi digital, penerapan perangkat lunak akuntansi UMKM yang berlisensi, serta pendampingan usaha yang berbasis inovasi teknologi,” ujarnya.
Selain itu, tim pelaksana yang terdiri dari beberapa dosen dan mahasiswa Universitas Winaya Mukti menyerahkan alat teknologi pendukung, seperti komputer dan perangkat lunak pengelola keuangan, guna membantu pelaku usaha dalam mengelola laporan keuangan secara lebih efisien dan jelas.

Perangkat Promosi Digital
Dan, tersedia pula alat promosi digital yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk Ubi Cilembu secara online.
Dengan adanya bantuan alat dan hibah dari Kemenristek, kata Deden, pelaku UMKM di Cilembu bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi bisnis serta memperluas jaringan penjualan.
“Kami berharap kegiatan semacam ini terus berlangsung agar UMKM di wilayah tersebut semakin berkembang dan mandiri,” ujarnya.
Program transformasi digital ini diharapkan menjadi contoh nyata kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah yang berbasis inovasi teknologi.








