Waspada Wangiri! Modus Penipuan ‘Missed Call’ Sedot Pulsa dan Menguras Dompet

by -138 views
by
Waspada Wangiri! Modus Penipuan ‘Missed Call’ Sedot Pulsa dan Menguras Dompet

JABARMEDIA.COM – Masyarakat diimbau untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan lama yang kembali marak, dikenal sebagai Wangiri (Wangiri Fraud).

Modus ini memanfaatkan panggilan tak terjawab atau missed call dari nomor asing untuk memancing korban agar menelepon balik, yang berujung pada penyedotan pulsa atau lonjakan tagihan telepon yang signifikan.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Wangiri:

Dilansir dari laman Komdigi ( Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia ) Wangiri, yang secara harfiah berarti “satu kali dering” dalam bahasa Jepang, adalah skema penipuan internasional yang pertama kali muncul pada awal tahun 2000-an.

Modus ini bekerja berdasarkan prinsip biaya bagi hasil pendapatan telepon internasional (International Revenue Sharing Fraud/IRSF), di mana pelaku mendapatkan keuntungan dari tarif premium yang dibebankan kepada korban.

Ancaman di Balik Satu Dering: Cara Kerja Wangiri

Para pelaku Wangiri menggunakan teknologi canggih, seperti perangkat pemanggil otomatis (autodialer), untuk melakukan ribuan panggilan ke banyak nomor secara acak dan dalam waktu singkat. Prosesnya dirancang sebagai berikut:

  • Panggilan Cepat (Missed Call): Pelaku menelepon nomor target, namun memutus sambungan setelah hanya berdering satu kali, sehingga di layar ponsel korban hanya tercatat sebagai panggilan tak terjawab.
  • Memancing Rasa Penasaran: Nomor yang digunakan seringkali adalah nomor internasional yang tidak dikenal, memicu rasa penasaran atau kekhawatiran dari pemilik ponsel.
  • Jebakan Nomor Premium: Ketika korban menelepon balik nomor tersebut, mereka tanpa sadar terhubung ke layanan premium atau nomor internasional dengan biaya per menit yang sangat tinggi.
  • Menahan Panggilan: Untuk memaksimalkan keuntungan, pelaku akan memutar rekaman suara atau musik yang seolah-olah menunjukkan panggilan sedang terhubung atau harus menunggu, sehingga durasi panggilan korban menjadi panjang dan biaya yang dikenakan semakin besar.

Tanda-tanda Panggilan Wangiri yang Perlu Diwaspadai

Baca Juga:  Geopark Ciletuh: Menjelajahi Warisan Dunia UNESCO Dengan Pantai, Air Terjun, Dan Batuan Purba

Masyarakat dapat mengidentifikasi potensi penipuan Wangiri dengan mengenali beberapa ciri khas:

* Menerima panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal, terutama yang memiliki kode negara asing (seperti +242 dari Kongo, +231 dari Liberia, atau kode lain yang tidak Anda kenal).

* Panggilan hanya berdering sangat singkat dan terputus otomatis.

* Terkadang, modus ini diperkuat dengan pengiriman SMS palsu yang mendesak korban untuk segera menghubungi balik nomor tersebut.

Tips Aman: Cara Menghindari Penipuan Wangiri

Untuk melindungi diri dari kerugian finansial akibat Wangiri, pakar keamanan siber menyarankan langkah-langkah pencegahan yang tegas:

* Abaikan dan Jangan Telepon Balik: Jangan pernah menelepon balik nomor asing atau tidak dikenal yang hanya meninggalkan missed call. Jika panggilan itu penting, penelepon yang sah pasti akan mencoba menghubungi kembali atau meninggalkan pesan.

* Cek Informasi Nomor: Jika ragu, cari informasi mengenai nomor telepon tersebut di mesin pencari internet untuk melihat apakah ada laporan terkait penipuan.

* Blokir Nomor Mencurigakan: Manfaatkan fitur pemblokiran panggilan pada ponsel Anda atau aplikasi pihak ketiga untuk memblokir nomor-nomor yang mencurigakan.

Baca Juga:  Waspada Penipuan Modus Share Screen di WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya

* Periksa Tagihan Berkala:

Selalu pantau penggunaan pulsa atau tagihan telepon Anda secara rutin untuk mendeteksi adanya biaya mencurigakan dan segera laporkan kepada operator jika terjadi anomali.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengabaikan panggilan tak terjawab yang mencurigakan, masyarakat dapat melindungi diri dari ancaman Wangiri yang merugikan.***

(Priangantimur/CNBC/idram)

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.