JABARMEDIA – Transaksi Kode QR Standar Indonesia (QRIS)QRIS) di Kalimantan Timur (Kaltim) meningkat sebesar 173% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim Budi Widihartanto mengungkapkan jumlah transaksi QRIS mencapai angka Rp5,92 triliun selama periode April hingga Juni 2025.
“Lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I/2025 yang tercatat sebesar Rp3,96 triliun,” kata Budi Widihartanto dalam pernyataan resmi, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, volume transaksi tercatat lebih mengesankan, yakni meningkat 248% (yoy) dengan total 52,69 juta transaksi, naik signifikan dibandingkan 29,96 juta transaksi pada kuartal I/2025.
Sementara jumlah merchant QRIS di Kaltim mengalami pertumbuhan signifikan, meningkat 36% (yoy) menjadi 715.038.merchant pada kuartal II/2025.
Tidak diragukan lagi, angka ini mencerminkan peningkatan penggunaan teknologi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha, mulai dari pedagang keliling hingga pusat perbelanjaan modern.
Budi mengatakan, pertumbuhan ini melebihi hasil kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 33% (yoy).
Di sisi lain, jumlah pengguna QRIS mencapai 816.111 pada kuartal II/2025, meningkat sebesar 9,62% (yoy) dibandingkan dengan 805.618 pengguna di kuartal sebelumnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan tingkat pertumbuhan pengguna menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan kuartal I/2025 yang tercatat 10,99% (yoy).
“Pertumbuhan jumlah pengguna dan merchantQRIS yang tinggi ini sejalan dengan berbagai kegiatan sosialisasi, edukasi, dan promosi yang intensif dilakukan untuk meningkatkanawarenessdan ketertarikan masyarakat dalam memanfaatkan saluran QRIS,” tutupnya.








