Hewan Langka yang Hidup di Dalam Gua
Hewan biasanya memilih tempat tinggal yang memiliki makanan, tempat berkembang biak, dan lingkungan yang ideal. Contohnya adalah hutan, sungai, pegunungan, kebun, atau pepohonan. Namun, tidak semua hewan hidup di lingkungan tersebut. Beberapa hewan justru hidup terisolir di dalam gua. Gua adalah tempat yang gelap, sunyi, tertutup, dan terpencil. Di sana, banyak hewan langka dan terancam punah bersembunyi.
Gua sering menjadi rumah bagi spesies hewan yang sangat langka dan sulit untuk diteliti karena habitatnya yang terbatas. Populasi mereka semakin menurun akibat ancaman dari berbagai hal. Berikut ini adalah beberapa contoh hewan langka yang hidup di dalam gua:
1. Olm
Olm atau Proteus anguinus merupakan salah satu hewan unik yang hidup di dalam gua. Ia bisa ditemukan di sekitar Laut Adriatik, khususnya di Slovenia, Italia, Bosnia, dan Herzegovina. Ada juga populasi kecil di Prancis. Habitat olm mencakup gua dengan suhu antara 5° hingga 15° C dan kedalaman hingga 300 meter.
Karena tinggal di gua yang gelap, olm kehilangan penglihatannya dan menjadi buta. Untuk bergerak dan mencari makanan, ia mengandalkan pendengaran dan penciumannya yang tajam. Badannya putih, ramping, dan panjangnya mencapai 40 sentimeter. Olm termasuk dalam kategori “rentan” (vulnerable) karena populasi yang terbatas.
2. Devils Hole Pupfish
Devils Hole Pupfish (Cyprinodon diaboli) adalah ikan kecil dengan panjang maksimal 3,4 sentimeter. Penyebarannya sangat sempit karena hanya bisa ditemukan di Devils Hole di Ash Meadows National Wildlife Refuge, Nevada, Amerika Serikat. Pada tahun 2023, populasi ikan ini tidak lebih dari 263 individu.
Karena jumlahnya yang sangat sedikit, Devils Hole Pupfish dimasukkan ke dalam kategori “sangat terancam punah” (critically endangered). Para ahli dan pemerintah terus berupaya melindungi ikan ini. Ia adalah omnivor yang bisa memakan berbagai benda seperti kotoran, larva hewan, serangga, dan material tanaman.
3. Laba-laba Serigala Gua Kaua’i
Laba-laba serigala gua Kaua’i (Adelocosa anops) adalah spesies endemik di Pulau Kauaʻi, Hawaii. Ia hanya bisa ditemukan di daerah bernama Cekungan Koloa, yaitu di tiga gua: Gua Koloa 1, Gua Koloa 2, dan Gua Kianhuna Mauka. Spesies ini sangat terancam oleh kerusakan habitat, aktivitas manusia, dan polusi.
Saat ini, laba-laba serigala gua Kaua’i masuk ke kategori “sangat terancam punah”. Jika tidak ada upaya konservasi yang ketat, spesies ini bisa punah dalam waktu dekat. Ia adalah laba-laba yang lambat, berwarna gelap, dan memakan serangga serta invertebrata kecil.
4. Lobster Air Tawar Benton County
Lobster air tawar Benton County (Cambarus aculabrum) adalah lobster berwarna putih yang endemik di Arkansas, Amerika Serikat. Ia termasuk spesies yang sangat terancam punah (critically endangered). Survey pada tahun 2000 menunjukkan bahwa hanya tersisa sekitar 200 individu di alam liar.
Lobster ini bisa ditemukan di gua, khususnya di Gua Old Pendergrass, Gua Logan, dan Gua Hollow Bear. Suhu optimal untuk kehidupannya adalah 13,8° C. Kandungan nutrisi di perairan gua sangat rendah, sehingga lobster ini hanya bisa memakan alga dan kotoran.
5. Wader Buta
Barbodes klapanunggalensis, atau wader buta, adalah ikan yang hanya bisa ditemukan di dalam gua. Ia merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya ditemukan di gua Karst Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meskipun bukan hewan yang dilindungi secara hukum, wader buta memenuhi kriteria sebagai hewan terancam punah.
Populasinya tidak melimpah dan penyebarannya sangat sempit. Ia terancam oleh berbagai faktor, sehingga bisa masuk ke kategori “rentan” hingga “terancam punah”.
Adaptasi Unik dan Ancaman Terhadap Keberadaan Hewan Gua
Hewan-hewan yang hidup di dalam gua mengembangkan adaptasi yang sangat unik agar bisa bertahan hidup. Namun, mereka tidak bisa hidup di luar gua, yang membuat eksistensi mereka terus terancam. Saat ini, berbagai upaya konservasi sedang dilakukan, namun dukungan dari pemerintah dan masyarakat lokal sangat penting agar upaya tersebut tidak sia-sia.









