Penguatan Sektor Pertanian Kota Batu Melalui Inovasi Teknologi
Pemerintah Kota Batu, yang dipimpin oleh Nurochman dan Heli Suyanto, terus berupaya memperkuat sektor pertanian dengan mendorong inovasi teknologi. Salah satu langkah penting adalah program pengembangan benih unggul berbasis kultur jaringan. Kegiatan ini dimulai dengan bimbingan teknis yang melibatkan petani dari 10 desa dan 1 kelurahan di area Golden Hill, pada Rabu (29/10/2025).
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menekankan bahwa peningkatan kapasitas petani melalui penerapan teknologi pertanian modern menjadi bagian penting dari visi Mbatu SAE. Visi ini bertujuan untuk menjadikan Kota Batu sebagai pusat agro-kreatif.
Menurut Heli, pemanfaatan teknologi kultur jaringan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis tanaman, baik hortikultura, tanaman pangan, maupun tanaman hias.
“Petani masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya dengan memproduksi benih melalui kultur jaringan agar kita tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. Batu memiliki potensi besar untuk menghasilkan benih unggulnya sendiri,” ujar Heli.
Ia menambahkan bahwa sekitar 65 persen masyarakat Kota Batu bekerja di sektor pertanian. Oleh karena itu, penguatan kemandirian dan kapasitas petani menjadi kunci dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Heli juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk mempercepat pengembangan varietas unggul serta membuka peluang ekspor hasil pertanian Batu.
Komoditas Pertanian Kota Batu
Saat ini, Kota Batu memiliki sekitar 25 jenis komoditas buah dan 26 jenis sayuran unggulan yang tersebar di sejumlah kawasan pertanian, seperti Sumberbrantas, Tulungrejo, Gunungsari, dan Dadaprejo.
Menurut Heli, peningkatan kualitas benih hortikultura menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing hasil pertanian Batu di pasar nasional maupun internasional.
Narasumber dan Forum Transfer Pengetahuan
Kegiatan bimbingan teknis ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Suhandriyo dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Dita Agisimanto dari Pusat Riset Hortikultura BRIN, serta Dr. Nuri Eka Palupi dari BRMP Jestro Kota Batu.
Forum ini diharapkan menjadi wadah transfer pengetahuan dan teknologi yang mendorong transformasi pertanian Batu menuju sistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan.








