Banjir Bandang Sapu Tiga Kampung di Garut, Warga Panik Minta Bantuan

by -67 views
by
Banjir Bandang Sapu Tiga Kampung di Garut, Warga Panik Minta Bantuan

Banjir Bandang Mengguncang Wilayah Garut

Banjir bandang menerjang wilayah Desa Balewangi dan sejumlah perkampungan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada Kamis (20/11/2025) siang. Hujan deras yang mengguyur kawasan itu sejak pagi diduga memicu meluapnya aliran air dari saluran yang tersumbat, sehingga menggenangi pemukiman warga dengan campuran air dan lumpur.

Di tiga kampung yang terdampak, air bah terlihat mengalir deras ke halaman dan ruang-ruang rumah penduduk. Video amatir yang direkam warga menunjukkan derasnya arus yang menerobos pagar rumah, membawa material lumpur dan sampah yang tersangkut di jalur drainase. Beberapa rumah tampak porak-poranda, sementara sebagian lainnya hanya menyisakan sisa-sisa lumpur di lantai dan dinding.

Warga mengisahkan, air mulai naik dengan cepat dalam hitungan menit setelah hujan intens mengguyur kawasan dataran tinggi Garut bagian timur. Ketidaksiapan saluran air menampung volume hujan memicu genangan yang kemudian berubah menjadi aliran banjir.

“Air tiba-tiba masuk, warnanya cokelat pekat karena bercampur lumpur,” ujar salah satu warga yang rumahnya sempat terendam. Meski tak ada laporan korban jiwa, puluhan rumah dilaporkan terdampak. Sejumlah warga sempat mengevakuasi barang-barang penting ke tempat yang lebih aman sebelum ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

Baca Juga:  Kabupaten Bogor Siapkan Skenario Tarif Angkutan

Situasi baru mereda beberapa jam kemudian saat hujan berhenti dan aliran air mulai surut. Begitu air meninggalkan permukiman, masyarakat segera turun tangan membersihkan sisa lumpur dan membuka kembali saluran air yang tersumbat. Gotong royong dilakukan warga dari berbagai kampung untuk memastikan aliran sungai kecil dan parit kembali mengalir normal, mengurangi potensi banjir susulan.

Aparat desa dan petugas kebencanaan setempat juga mulai melakukan pendataan awal kerusakan, termasuk memastikan tidak adanya warga yang terisolasi di titik-titik terdampak. Pemerintah daerah diharapkan segera mengirim bantuan darurat, terutama alat kebersihan dan kebutuhan pokok bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Peristiwa banjir bandang ini kembali mengingatkan pentingnya perawatan rutin saluran air, terutama menjelang puncak musim hujan. Garut, yang berada pada lanskap berbukit dengan banyak aliran air kecil, menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana hidrometeorologis. Tanpa manajemen drainase yang baik, hujan intens dalam waktu singkat dapat dengan mudah berubah menjadi ancaman serius bagi warga.

Banjir mulai surut menjelang malam hari, namun warga masih berjibaku hingga larut untuk membersihkan sisa lumpur. Mereka berusaha memulihkan kondisi lingkungan agar kembali layak huni dan menghindari risiko banjir berulang.

Baca Juga:  Akankah BW Ditahan Penyidik Bareskrim 3 Februari Nanti? Ini Kata Irjen Budi Waseso

Dampak Banjir Terhadap Masyarakat

  • Kerusakan Rumah: Banyak rumah mengalami kerusakan, baik secara fisik maupun struktur. Beberapa bangunan hancur akibat tekanan air dan lumpur.
  • Pengungsian Sementara: Warga terpaksa mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman, terutama jika air mencapai ketinggian yang berbahaya.
  • Kehilangan Barang Berharga: Banyak keluarga kehilangan barang-barang penting seperti dokumen, elektronik, dan perlengkapan rumah tangga.
  • Masalah Kesehatan: Lingkungan yang tergenang air dan lumpur berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan penyakit infeksi.

Upaya Pemulihan dan Kesiapan Masa Depan

Setelah banjir mereda, warga mulai melakukan pembersihan dan perbaikan infrastruktur. Gotong royong menjadi cara utama untuk mempercepat proses pemulihan. Namun, upaya ini tidak cukup tanpa dukungan dari pemerintah dan organisasi terkait.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di masa depan antara lain:

  • Peningkatan Penyuluhan Masyarakat: Memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga saluran air dan pengelolaan limbah.
  • Pemeliharaan Infrastruktur Drainase: Melakukan pembersihan rutin saluran dan parit agar tidak tersumbat.
  • Penguatan Kapasitas Daerah: Memastikan pemerintah daerah memiliki anggaran dan sumber daya untuk menghadapi bencana.
  • Pembuatan Rencana Tanggap Darurat: Membuat rencana siaga bencana yang bisa segera diterapkan ketika terjadi bencana.
Baca Juga:  Mereka yang Pakai Rotator di Mobilnya Tak Cukup Hanya Ditilang Saja!


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.