PR GARUT –
Kondisi yang terjadi di Jembatan Gantung Cimanisan di Kampung Seleketan, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat. Jembatan sepanjang 70 meter ini menjadi satu-satunya akses utama penghubung antara dua desa, yaitu Toblong dan Sukanagara. Namun, akibat diterjang derasnya arus Sungai Cikaengan, pondasi jembatan perlahan terkikis hingga akhirnya roboh dan terseret banjir.
Video detik-detik ambruknya jembatan sempat direkam oleh warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat bagaimana derasnya aliran sungai menghantam abutment jembatan sebelum struktur tersebut akhirnya runtuh. Kejadian ini menyebabkan ribuan warga terisolir, karena jalur alternatif yang tersedia jauh dan dalam kondisi rusak.
Camat Peundeuy, Dani Ramdani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat untuk membantu mobilitas warga. “Kami memasang tali seling dan menggunakan rakit serta perahu sebagai penyebrangan sementara. Meskipun begitu, tetap berisiko tinggi,” ujarnya.
Di tengah situasi sulit ini, semangat anak-anak untuk belajar tidak pernah padam. Setiap pagi, beberapa siswa sekolah dasar terlihat menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu, yang ditarik oleh warga yang membantu di tepian. “Jika air besar, kami tidak berani, tapi anak-anak tetap semangat sekolah,” kata Risma, salah satu warga setempat.
Melihat kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut langsung bertindak cepat. Kepala Bidang Sekolah Dasar, Isur Suryana, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei ke lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah sekitar. “Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal pelajaran. Sistem jemput bola diterapkan agar guru bisa mendatangi rumah siswa jika cuaca tidak mendukung,” katanya saat dihubungi Fakta Garut, Kamis (13/11/2025).
Menurut Isur, langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan aman, tanpa harus membahayakan nyawa anak-anak. Ia menegaskan bahwa pihaknya juga telah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan daerah untuk segera dilakukan perbaikan infrastruktur.
“Kami berharap jembatan segera diperbaiki supaya anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa tanpa harus menantang bahaya,” harap Isur.
Meskipun dalam keterbatasan, semangat anak-anak di Peundeuy menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tak boleh berhenti, sekalipun akses terputus. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah konkret agar jembatan vital tersebut dapat kembali difungsikan demi keselamatan dan masa depan generasi muda Garut.








