Strategi Peningkatan Produksi Garam di Indramayu dan Cirebon
Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan produksi garam di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon. Langkah ini dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan tambak garam. Tujuannya adalah untuk mencapai target swasembada garam nasional yang dihasilkan dari provinsi ini.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merancang model pengembangan kawasan tambak garam di lima lokasi utama di Indonesia, termasuk di Indramayu dan Cirebon. Lokasi lainnya adalah Rote Ndao, Pati, dan Sabu Raijua. Model ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam yang dihasilkan.
Menurut informasi yang disampaikan oleh BPPSDM KKP melalui akun Instagram @bppsdm_kp pada 16 Oktober 2025, produktivitas lahan garam di kelima lokasi tersebut, termasuk di Indramayu dan Cirebon, akan ditingkatkan melalui intensifikasi hingga 150 ton per hektar dan ekstensifikasi hingga 200 ton per hektar per siklus. Selain itu, kadar NaCl diharapkan mencapai lebih dari 97 persen, serta mampu menciptakan sekitar 6.000 tenaga kerja.
Potensi Produksi Garam di Indramayu dan Cirebon
Di Kabupaten Indramayu, areal produksi garam terutama berada di daerah Krangkeng, Losarang, Kandanghaur, dan Patrol. Luas lahan produksi garam yang produktif mencapai sekitar 1.445 hektar dengan produksi tahunan sebesar 135.891 ton, rata-rata 94 ton per hektar. Dengan model pengembangan yang direncanakan, potensi produksi dapat meningkat secara signifikan.
Sementara itu, di Kabupaten Cirebon, areal produksi garam terletak di Pangenan, Kapetakan, Suranenggala, dan Losari. Potensi luas area produksinya mencapai 2.666 hektar. Namun, karakteristik produksi garam di Cirebon memiliki tantangan tersendiri. Meskipun luas areal dan jumlah petambak garam meningkat, produksi garam sering tidak stabil karena pengaruh cuaca dan perubahan iklim yang sering membuat areal tambak menjadi basah.
Inisiatif Pemkab Cirebon dalam Pengembangan Kawasan Garam
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Cirebon telah menyiapkan kawasan sentra garam rakyat seluas sekitar 400 hektar dengan target produksi sebesar 400 ribu ton. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas produksi garam di wilayah tersebut serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Dengan pengembangan kawasan tambak garam yang terencana, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian industri garam nasional. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas garam yang dihasilkan agar tetap sesuai standar pasar.








