JABARMEDIA – Hari Kesehatan Nasional (HKN) kembali diperingati setiap tanggal 12 November. Tahun 2025 ini menjadi momen istimewa karena HKN memasuki peringatan yang ke-61 dengan mengusung tema visioner dari Kementerian Kesehatan: “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan kolektif untuk menjadikan kesehatan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa, sekaligus mengenang sejarah panjang perjuangan kesehatan di Indonesia.
Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Investasi Jangka Panjang
Tema HKN ke-61 tahun 2025 ini mengandung makna yang mendalam. Fokus utamanya adalah pada generasi penerus bangsa, menekankan bahwa kesehatan adalah investasi paling berharga.
- Generasi Sehat: Menggambarkan individu yang memiliki fisik kuat, mental tangguh, dan menerapkan pola hidup sehat (gizi seimbang, olahraga teratur, tidak merokok). Konsep ini melampaui bebas dari penyakit fisik semata, mencakup kesehatan jiwa yang mampu menghadapi tantangan hidup.
- Masa Depan Hebat: Merupakan visi jangka panjang, yakni terwujudnya bangsa yang maju, produktif, dan berdaya saing di kancah global. Hal ini hanya mungkin tercapai jika rakyatnya—terutama generasi muda—berada dalam kondisi kesehatan optimal.
Melalui tema ini, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat didorong untuk memperkuat upaya promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit), khususnya dalam menghadapi isu-isu terkini seperti stunting, gizi buruk, dan pengembangan layanan kesehatan digital.
Asal Usul Hari Kesehatan Nasional: Dari Perang Melawan Malaria
Penetapan tanggal 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional memiliki akar sejarah yang heroik, berawal dari perjuangan besar bangsa Indonesia dalam memerangi wabah penyakit mematikan di masa awal kemerdekaan, yaitu Malaria.
Krisis Malaria di Masa Lampau
Pada tahun 1950-an, Malaria menjadi ancaman serius. Wabah ini menyebar luas, terutama di pedesaan, dan diperkirakan telah menjangkiti puluhan juta penduduk serta merenggut ratusan ribu nyawa setiap tahunnya.
Titik Balik: Operasi Pembasmian Massal
Untuk mengatasi krisis kesehatan ini, Pemerintah Indonesia, melalui Dinas Pembasmian Malaria yang dibentuk pada tahun 1959, meluncurkan program besar-besaran: Penyemprotan massal nyamuk Anopheles (pembawa malaria) dengan menggunakan pestisida DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane).
Kegiatan ini melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat secara luas, dilakukan dari rumah ke rumah. Salah satu aksi simbolis yang tercatat adalah penyemprotan massal di daerah Kalasan, Yogyakarta.
Penetapan HKN
Dalam waktu relatif singkat, upaya masif ini membuahkan hasil signifikan. Dalam lima tahun, sekitar 63 juta penduduk berhasil terlindungi dari ancaman malaria, dan angka penderita menurun drastis.
Keberhasilan besar program pemberantasan malaria ini diresmikan sebagai tonggak sejarah pembangunan kesehatan nasional. Untuk mengenang dan menjadikannya momentum kesadaran, tanggal 12 November 1964 ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional untuk pertama kalinya.
Aksi Nyata: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
Peringatan HKN 2025 menjadi momentum tepat untuk menguatkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Rangkaian kegiatan yang digelar oleh Kementerian Kesehatan melibatkan berbagai klaster, mulai dari:
- Aktivitas Fisik (Fun Walk, Virtual Sport, Kompetisi Kebugaran).
- Pelayanan Masyarakat (Pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah).
- Edukasi Publik (Sosialisasi pola hidup sehat dan pemanfaatan platform digital kesehatan seperti SATUSEHAT Mobile).
HKN adalah pengingat bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Mari wujudkan semangat “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” dengan memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.
(Ikabari)








