IRT di Tasikmalaya Nyaris Tertipu Penipuan Palsu Dedi Mulyadi, Yati: Saya Curiga Itu AI

by -70 views
by
IRT di Tasikmalaya Nyaris Tertipu Penipuan Palsu Dedi Mulyadi, Yati: Saya Curiga Itu AI

Modus Penipuan Mengatasnamakan Gubernur Jawa Barat di Kota Tasikmalaya

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Tasikmalaya nyaris menjadi korban penipuan dengan modus mengatasnamakan Gubernur Jawa Barat. Kejadian ini terjadi di wilayah Kecamatan Tawang, dan korban bernama Yati (44), warga Jalan Empang Kelurahan Empangsari.

Yati mengaku mendapatkan pesan dari akun yang mengklaim sebagai “Kang Dedi Mulyadi” melalui pesan singkat setelah ia selesai live di platform TikTok. Akun tersebut meminta nomor WhatsApp korban dan kemudian mengirimkan voice note suara yang menyerupai suara Gubernur Jawa Barat. Isi pesan itu menyatakan bahwa Yati akan menerima bantuan uang senilai Rp 50 juta.

Meskipun diiming-imingi janji tersebut, Yati tidak langsung percaya. Ia bahkan menerima video yang menunjukkan petugas bank sedang menghitung uang yang rencananya akan diberikan. Namun, ia tetap curiga karena mengetahui banyak kasus penipuan serupa belakangan ini.

Selain itu, akun tersebut melakukan panggilan video menggunakan nomor 085294016679 pada pukul 13.00 WIB. Dalam panggilan tersebut, Yati melihat sosok yang sangat mirip dengan Gubernur Jawa Barat, lengkap dengan pakaian adat Sunda berwarna putih dan ikat kepala seperti yang biasa dikenakannya.

Baca Juga:  Densus Tembak Mati 2 Terduga Teroris Sebelum Jumatan

“Dia nelepon pada jam 1 siang, itu VC. Tapi dia bener ngomong, ada Pak Dedi biasa, pakai baju putih gitu. Tapi nggak banyak bicara maupun nanya,” kata Yati ketika dikonfirmasi.

Pelaku juga mengirimkan pesan suara yang sangat mirip dengan suara asli Gubernur Jawa Barat. Meski begitu, Yati merasa curiga karena teknologi AI kini sering digunakan untuk kejahatan semacam ini.

Menurutnya, pelaku menawarkan hadiah Rp 50 juta dengan syarat harus mentransfer uang sebesar Rp 500 ribu terlebih dahulu. Aksi tipu daya ini ternyata tidak berhasil memperdaya Yati. Sebelumnya, ia pernah mengalami modus penipuan serupa, sehingga ia langsung waspada.

Ia pun langsung memberitahukan suaminya tentang adanya penipu yang membawa-bawa nama Gubernur Jabar. Yati mengaku tidak memiliki uang sebanyak Rp 500 ribu, dan jika punya, lebih baik digunakan untuk kebutuhan lain.

“Dari kejadian ini saya langsung menghubungi pak Kepler (anggota DPRD Kota Tasik),” ujar wanita yang memiliki usaha bensin eceran tersebut.

Tanggapan dari Anggota DPRD

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI-Perjuangan, Kepler Sianturi, membenarkan bahwa ada warganya yang melaporkan adanya modus penipuan yang mengatasnamakan Gubernur Jawa Barat. Ia juga mengingatkan Yati dan keluarganya agar lebih berhati-hati, karena modus penipuan seperti ini sangat umum.

Baca Juga:  Bupati Bogor Hadiri Pisah Sambut Kapolresta Bogor Kota

“Karena memang itu banyak yang begitu. Kecanggihan AI juga malah dipakai untuk menipu. Tapi untungnya Ibu Yati nggak sempat mentransfer,” kata Kepler.

Tips untuk Mencegah Penipuan

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penipuan:

  • Hindari memberikan informasi pribadi atau nomor telepon kepada orang asing
  • Jangan mudah percaya dengan tawaran yang terlalu bagus untuk dibuat benar
  • Selalu konfirmasi informasi melalui sumber resmi atau pihak yang terpercaya
  • Laporkan ke pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan

Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan yang semakin canggih.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.