JABARMEDIA – Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai Kota Pelajar, tetapi juga sebagai surga kuliner nusantara.
Mulai dari makanan tradisional hingga camilan modern, hampir setiap sudut kota ini menyajikan rasa unik yang memancing selera.
Meskipun banyak pilihan makanan modern yang bermunculan, kelezatan kuliner kaki lima legendaris tetap tidak tergantikan dalam hati masyarakat maupun para wisatawan.
Kemasyhuran yang bertahan dari masa ke masa ini menjadi alasan mengapa beberapa warung dan makanan khas Yogyakarta masih ramai dikunjungi hingga saat ini.
Berikut lima makanan pinggir jalan ikonik di Yogyakarta yang harus kamu coba paling tidak sekali dalam seumur hidup.
1. Oseng Mercon Bu Narti – Rasa Pedas yang Terkenal Sejak Tahun 1998
Bagi pecinta pedas, Oseng Mercon Bu Narti Sudah menjadi ikon kuliner Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 1998, tempat makan ini menyajikan oseng mercon yang terdiri dari kikil, gajih, kulit, dan tulang muda (koyoran) yang dimasak dengan ratusan cabai rawit utuh.
Aromanya menarik, dan setiap gigitan memberikan rasa pedas yang menggigit namun membuat ketagihan. Satu porsi oseng mercon dijual mulai dari Rp25.000, terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 10, Yogyakarta.
2. Lumpia Samijaya – Kelezatan Rasa Tradisional di Malioboro
Jika mengunjungi area Malioboro, jangan lewatkan Lumpia Samijaya, makanan kaki lima yang telah berdiri sejak tahun 1976. Lumpia ini terkenal dengan isian rebung, bengkuang, dan telur puyuh yang menghasilkan rasa gurih yang khas.
Tidak heran jika lontong ini sering dijadikan oleh-oleh favorit wisatawan Harga per unitnya sekitar Rp3.500 hingga Rp4.000, dan kamu dapat menemukannya di Jalan Malioboro Nomor 18, Yogyakarta.
3. Nasi Rebus Pak Pethel – Hangat, Renyah, dan Kenyang
Bagi kalian yang mencari hidangan nasi dengan kuah khas Jawa Tengah,Nasi Godok Pak Pethel bisa menjadi pilihan. Warung ini telah beroperasi sejak tahun 1986 dan terkenal dengan masakan nasi godok yang terdiri dari potongan ayam, telur, kol, wortel, serta daun bawang.
Kuahnya lezat dan hangat, cocok disantap di malam hari karena warung ini buka mulai pukul 19.00 hingga pagi hari. Harga satu porsi dimulai dari Rp15.000, terletak di kawasan Bantul, Yogyakarta.
4. Wedang Ronde Mbah Payem – Kehangatan Kenangan di Setiap tegukannya
Saat malam tiba dan udara mulai terasa sejuk, sebuah mangkuk Wedang Ronde Mbah Payem adalah sahabat terdekat. Warung ikonik ini menyajikan ronde dengan bola ketan berisi kacang halus dan kuah jahe yang hangat di tenggorokan.
Ciri khas rasa dan tekstur ronde ini didapatkan melalui metode pembuatan yang masih memakai teknik tradisional Satu porsi wedang ronde dijual mulai dari Rp10.000 dan bisa kamu temui di Kauman, Gondomanan, Kota Yogyakarta.
5. Lupis Mbah Satinem – Kemanisan Tradisi yang Menyebar ke Seluruh Dunia
Nama Lupis Mbah Satinem semakin terkenal setelah tampil dalam film dokumenter makanan NetflixStreet Food. Setiap pagi, barisan panjang pengunjung selalu terlihat di warung sederhana ini.
Lupis yang dibuat oleh Mbah Satinem memiliki tekstur yang kenyal dan gurih, disajikan dengan gula merah cair serta parutan kelapa. Satu paket camilan di sini biasanya terdiri dari lupis, gatot, tiwul, dan cenil dengan harga dimulai dari Rp5.000. Lokasinya terletak di Jalan Bumijo, Jetis, Yogyakarta.







