Kebijakan Baru BGN untuk Memastikan Kualitas Makanan Bergizi
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan kebijakan terbaru yang bertujuan memperkuat program kesehatan masyarakat. Kebijakan ini menetapkan batas maksimal penyediaan makanan bergizi melalui setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga standar keamanan dan nutrisi di tengah ekspansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang semakin luas jangkauannya.
Berdasarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 244 Tahun 2025, yang merevisi Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025, setiap SPPG kini dibatasi pada kapasitas harian standar sebanyak 2.500 porsi. Dari angka tersebut, sebanyak 2.000 porsi diperuntukkan khusus untuk siswa sekolah dasar dan menengah, sementara 500 porsi sisanya dialokasikan untuk kelompok prioritas lainnya, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang rentan mengalami kekurangan gizi.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa pembatasan ini bukanlah langkah pembatasan akses, melainkan strategi untuk mengoptimalkan pengelolaan. “Dengan kapasitas 2.500 porsi per hari, kami memastikan bahwa proses dari persiapan bahan hingga penyajian dapat dilakukan secara efisien, sehingga risiko kontaminasi atau penurunan kualitas nutrisi dapat diminimalkan,” ungkap Nanik saat jumpa pers di kantor pusat BGN, Jakarta, pada hari Rabu kemarin.
Namun, kebijakan ini juga memberikan fleksibilitas. Jika SPPG memiliki tim juru masak yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terkait, kapasitas dapat ditingkatkan hingga maksimal 3.000 porsi harian. Komposisi porsinya tetap sama: 2.000 untuk siswa dan 500 untuk kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Syarat ini menekankan pentingnya kompetensi tenaga profesional untuk menangani volume yang lebih besar tanpa mengorbankan standar kesehatan.
Nanik menambahkan bahwa langkah ini didasarkan pada pengalaman lapangan selama beberapa tahun terakhir. “Kami melihat bahwa beban kerja yang berlebihan di beberapa SPPG sering kali menyebabkan masalah seperti waktu penyajian yang molor atau bahan yang tidak segar. Dengan batasan ini, program MBG dapat berjalan lebih lancar dan bermanfaat maksimal bagi penerima manfaat,” jelasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga rentan. Dengan menyediakan makanan sehat gratis, program ini membantu mencegah stunting, anemia, dan defisiensi nutrisi lainnya. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau jutaan anak, dengan peningkatan signifikan dalam indeks massa tubuh dan tingkat energi mereka.
Para ahli gizi independen menyambut positif kebijakan ini. Dr. Rina Sari, seorang nutrisionis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan, “Pengendalian kapasitas dengan syarat sertifikasi adalah langkah bijak. Ini memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya cukup dalam jumlah, tetapi juga kaya nutrisi dan aman dari segi higiene. Sertifikasi juru masak akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program ini.”
Di sisi lain, kebijakan ini juga mendorong pemerintah daerah untuk berinvestasi dalam pelatihan tenaga. BGN telah merencanakan program pelatihan massal bagi juru masak di seluruh Indonesia, dengan target 10.000 peserta pada tahun depan. “Ini bukan hanya tentang angka, tapi juga tentang membangun ekosistem gizi yang berkelanjutan,” kata Nanik.
Meski demikian, beberapa pihak mengkhawatirkan dampaknya terhadap daerah terpencil yang mungkin kesulitan memenuhi syarat sertifikasi. BGN menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka akan memberikan dispensasi sementara dan bantuan teknis untuk daerah-daerah tersebut, sambil mendorong kolaborasi dengan universitas lokal untuk percepatan sertifikasi.
Secara keseluruhan, kebijakan baru ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis, memastikan bahwa setiap porsi yang disajikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan generasi muda. Dengan pendekatan yang seimbang antara kapasitas dan kualitas, BGN menunjukkan komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan produktif.








