Mengapa Plastik Tidak Hilang dari Laut?

by -126 views
by
Mengapa Plastik Tidak Hilang dari Laut?

Penelitian Baru Mengungkap Kejadian yang Membuat Sampah Plastik Mengapung di Laut Membutuhkan Waktu Ratusan Tahun

Sebuah penelitian terbaru dari Queen Mary University of London mengungkap bahwa sebagian besar sampah plastik yang mengapung di laut membutuhkan waktu lebih dari seratus tahun untuk benar-benar menghilang. Temuan ini berasal dari model baru yang menjelaskan bagaimana plastik bergerak dari permukaan ke dasar laut serta alasan proses tersebut berlangsung sangat lambat.

Dalam riset yang telah diterbitkan dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society A, para peneliti menggunakan satu partikel polietilena sebagai representasi dari sampah plastik yang mengapung di laut. Partikel ini mulai terurai di permukaan akibat paparan sinar matahari, garam, dan ombak, sehingga pecah menjadi potongan-potongan kecil atau mikroplastik. Hanya serpihan yang sangat kecil—lebih kecil dari butiran pasir—yang bisa tenggelam bersama marine snow, yaitu material organik lengket yang melayang di air laut.

Nan Wu, penulis utama studi ini, menyatakan bahwa banyak orang salah mengira bahwa plastik di laut akan langsung tenggelam atau menghilang. “Orang sering berasumsi bahwa plastik di laut akan tenggelam atau menghilang. Tapi model kami menunjukkan bahwa sebagian besar plastik besar yang mengapung justru terurai sangat lambat di permukaan, terpecah menjadi partikel yang lebih kecil selama beberapa dekade,” ujarnya.

Baca Juga:  Pembaruan Informasi, Pelanggan PDAM Tasikmalaya Kembali Nikmati Aliran Air

Ia menambahkan, fragmen kecil plastik bisa menempel pada marine snow untuk mencapai dasar laut, tapi proses itu memakan waktu. “Bahkan, setelah 100 tahun, sekitar 10 persen plastik asli masih bisa ditemukan di permukaan,” kata Wu.

Model Menunjukkan Bahwa Laut Tidak Akan Segera Pulih

Model tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun produksi plastik dihentikan hari ini, laut tidak akan segera pulih. Fragmen dari plastik lama akan terus terurai selama berabad-abad dan menjadi sumber baru mikroplastik di perairan.

Penelitian juga menemukan bahwa laju penguraian, bukan proses tenggelam, merupakan faktor utama yang menentukan berapa lama plastik bertahan di laut. Dalam simulasi selama satu abad, partikel plastik berukuran 10 milimeter kehilangan hampir seluruh massanya, tapi sisa tipisnya tetap mengapung dan terus menghasilkan mikroplastik baru.

Kate Spencer, rekan penulis sekaligus pengawas proyek, menegaskan bahwa mikroplastik merupakan masalah lintas generasi. “Ini bagian dari riset kami yang lebih luas, yang menunjukkan betapa pentingnya sedimen halus dan lengket dalam mengendalikan nasib serta pergerakan mikroplastik,” tuturnya. Menurut dia, generasi mendatang masih akan berjuang membersihkan laut, bahkan jika polusi plastik dihentikan mulai sekarang.

Baca Juga:  Bisnis Thrifting Menguntungkan, Pedagang Banjarbaru Bocorkan Omset Per Malam

Andrew Manning, ilmuwan utama di HR Wallingford, menjelaskan bahwa penelitian ini membantu memahami alasan jumlah plastik yang terlihat di permukaan laut tidak sesuai dengan jumlah yang masuk ke laut. Ketika plastik besar terfragmentasi, kata dia, pecahan yang kecil menempel pada marine snow dan tenggelam. Tapi transformasi itu memakan waktu puluhan tahun.

“Bahkan setelah seratus tahun, fragmen masih mengapung dan terurai. Untuk menangani masalah ini dengan benar, kita perlu berpikir jangka panjang, tidak hanya fokus membersihkan permukaan,” tutur Manning.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.