Microsoft dan OpenAI Tandatangani Kesepakatan Intelektual Baru

by -142 views
by
Microsoft dan OpenAI Tandatangani Kesepakatan Intelektual Baru

Kemitraan Microsoft dan OpenAI yang Mengubah Dunia Teknologi

Microsoft dan OpenAI telah menandatangani perjanjian baru yang mencakup berbagai aspek penting, mulai dari hak kekayaan intelektual hingga investasi besar-besaran. Perjanjian ini menunjukkan komitmen keduanya untuk terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam skala yang lebih luas.

Perjanjian ini dimulai dengan dukungan Microsoft terhadap langkah OpenAI dalam membentuk Public Benefit Corporation (PBC). Selain itu, ada juga rekapitalisasi yang dilakukan oleh OpenAI. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Rabu, 28 Oktober 2025, disebutkan bahwa setelah rekapitalisasi, Microsoft memiliki investasi di OpenAI Group PBC senilai sekitar US$ 135 miliar atau sekitar 27 persen kepemilikan jika dihitung termasuk semua pemilik hingga karyawan, investor, dan OpenAI Foundation.

Namun, angka tersebut tidak termasuk dampak putaran pendanaan terbaru OpenAI. Jika dihitung berdasarkan konversi di organisasi nirlaba OpenAI sebelumnya, Microsoft memegang sekitar 32,5 persen saham. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan besar ini masih memiliki pengaruh signifikan terhadap OpenAI.

OpenAI tetap bekerja sama dengan Microsoft sebagai mitra pemanfaatan model AI terbaru untuk Microsoft. Selain itu, Microsoft tetap memiliki hak kekayaan intelektual eksklusif pada penggunaan Application Programming Interface (API) Azure hingga Artificial General Intelligence (AGI).

Baca Juga:  15 Tahun Terbengkalai, JPO Kapten Muslihat Akhirnya difungsikan

Ketentuan Baru dalam Perjanjian

Dalam perjanjian ini, terdapat ketentuan baru yang memungkinkan setiap perusahaan untuk secara mandiri terus memajukan inovasi dan pertumbuhan. Verifikasi akan dilakukan oleh panel ahli independen setelah OpenAI mendeklarasikan AGI. Hak kekayaan intelektual Microsoft untuk model dan produk diperpanjang hingga 2032 dan mencakup model pasca-AGI.

Microsoft juga tetap memegang hak kekayaan intelektual untuk penelitian, yaitu metode rahasia yang digunakan dalam mengembangkan model dan sistem, sampai ada panel ahli yang mengonfirmasi tercapainya AGI atau hingga tahun 2030, tergantung mana yang lebih dulu.

Hak intelektual dalam penelitian ini mencakup seperti model yang hanya dipakai untuk riset atau penggunaan internal. Di luar itu, hak intelektual tidak mencakup hal-hal seperti arsitektur model, bobot model, kode inferensi, kode penyempurnaan, maupun teknologi perangkat keras dan perangkat lunak pusat data. Untuk bagian non-riset tersebut, Microsoft tetap memiliki hak intelektual tersendiri. “Hak intelektual Microsoft sekarang mengecualikan perangkat keras konsumen OpenAI,” tulis Microsoft dan OpenAI.

Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Dalam kesepakatan terbaru juga tertera bahwa OpenAI bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan beberapa produk, tetapi produk API yang dikembangkan dengan pihak ketiga akan eksklusif untuk Azure, sedangkan non-API bisa disediakan untuk penyedia cloud mana pun.

Baca Juga:  Sejoli Tepergok Berhubungan Seks di Halaman Rumah Warga, Ditegur Malah Marah

Begitu juga dengan Microsoft yang bisa mengembangkan AGI sendiri atau dalam kemitraan dengan pihak ketiga. Apabila Microsoft menggunakan hak intelektual OpenAI untuk pengembangan AGI, sebelum AGI dideklarasikan, model akan tunduk pada ambang batas komputasi.

Perjanjian bagi hasil tetap ada sampai panel ahli memverifikasi AGI, walaupun pembayarannya nanti akan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama. “OpenAI telah mengontrak untuk membeli layanan Azure tambahan US$ 250 miliar, dan Microsoft tidak akan lagi memiliki hak penolakan pertama untuk menjadi penyedia komputasi OpenAI,” tulis Microsoft dan OpenAI.

Akses API untuk Pelanggan Keamanan Nasional

OpenAI pun sekarang bisa menyediakan akses API kepada pelanggan keamanan nasional milik pemerintah Amerika Serikat, terlepas dari penyedia cloud. Perusahaan itu sekarang bisa merilis model open weight yang memenuhi kriteria kemampuan yang dipersyaratkan. Ini menunjukkan bahwa OpenAI semakin dekat dengan tujuan utamanya untuk menjadikan teknologi AI sebagai alat yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.