Nelayan Tasikmalaya Tewas Tersambar Petir Setelah Dua Hari Dicari

by -69 views
by
Nelayan Tasikmalaya Tewas Tersambar Petir Setelah Dua Hari Dicari

Operasi Pencarian Nelayan yang Hilang Akhirnya Berhasil

Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di perairan laut selatan Tasikmalaya berlangsung selama dua hari dan akhirnya membuahkan hasil. Arif (45), warga Kampung Alur, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis 20 November 2025. Penemuan ini menjadi titik akhir dari duka dan penantian keluarga serta tim penyelamat gabungan.

Tim penyelamat yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), nelayan setempat, dan warga telah melakukan upaya pencarian intensif. Mereka melakukan penyisiran darat, laut, dan pesisir Pantai Cemara. Namun, proses pencarian terkendala oleh gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan laut selatan.

“Kami menghadapi tantangan besar karena kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Kepala Bidang Darurat Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono. Meskipun begitu, tim tetap berupaya keras untuk menemukan korban.

Setelah dua hari pencarian intensif, jasad Arif akhirnya ditemukan oleh tim gabungan. Sayangnya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan jasad berada di perairan wilayah Garut. Kepala Desa Ciheras, AKH Asluri, mengonfirmasi penemuan tersebut. Jasad korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari bibir Pantai Cemara.

Baca Juga:  Erick Thohir Undang Tim Amerika Latin di Piala Kemerdekaan 2025, Dua Negara Pastikan Hadir

Saat ini, jenazah almarhum Arif telah dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. “Tadi sudah dibawa oleh tim kepolisian untuk pengecekan, mungkin diautopsi,” ujar Asluri.

Situasi di lokasi penemuan dilaporkan kondusif, mengakhiri tragedi yang menyisakan duka mendalam di kalangan nelayan Cipatujah. Arif dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering membantu sesama nelayan.

Peristiwa naas yang menimpa Arif terjadi pada Selasa 18 November 2025 sore. Ia berlayar bersama putranya, Riki (18), untuk memasang jaring dan mencari ikan layur yang sedang melimpah. Keduanya berangkat dari Pelabuhan Pangelmuan, Garut, menuju perairan Pantai Cemara, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, sekitar pukul 15.30, cuaca di perairan berubah drastis. Menurut keterangan saksi, perahu yang mereka tumpangi dihantam petir sebanyak dua kali. Sambaran pertama hanya membuat perahu oleng, namun sambaran kedua dilaporkan mengenai tubuh Arif secara langsung, seketika membuatnya terpental dan jatuh ke laut.

Riki terus mencari ayahnya hingga menjelang malam, sekitar pukul 19.00. Namun, karena situasi semakin gelap dan berbahaya, dia akhirnya kembali ke darat untuk meminta pertolongan kepada warga.

Baca Juga:  Resepsi pernikahan di Kuningan dibubarkan polisi

Proses Pencarian dan Upaya Penyelamatan

Proses pencarian nelayan yang hilang melibatkan berbagai instansi dan komunitas lokal. Tim gabungan bekerja sama untuk memastikan semua area yang mungkin bisa menjadi tempat penghilangan korban dicek.

  • Tim penyelamat melakukan penyisiran darat dan laut dengan menggunakan perahu dan alat bantu lainnya.
  • Cuaca buruk menjadi kendala utama dalam proses pencarian, terutama gelombang tinggi yang mengganggu aktivitas di laut.
  • Warga setempat juga turut serta dalam operasi pencarian, memberikan informasi dan bantuan logistik.

Peran Komunitas Nelayan

Komunitas nelayan memiliki peran penting dalam kejadian ini. Mereka tidak hanya membantu dalam pencarian, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

  • Nelayan setempat aktif dalam mencari korban dan memberikan informasi tentang kondisi laut.
  • Keluarga korban diberi dukungan oleh warga sekitar untuk melewati masa duka.
  • Dukungan ini juga diberikan melalui doa dan kegiatan keagamaan yang digelar di lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Operasi pencarian nelayan yang hilang akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Meski kejadian ini menyisakan duka, proses pencarian menunjukkan kerja sama yang baik antara berbagai pihak. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Jadwal Skema Contraflow Di Tol TransJawa Saat Libur Panjang Isra Miraj Dan Imlek 7-11 Februari 2024

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.