Pemkot Tasikmalaya Perpanjang Darurat Bencana hingga 15 November 2025

by -163 views
by
Pemkot Tasikmalaya Perpanjang Darurat Bencana hingga 15 November 2025

Pemerintah Kota Tasikmalaya Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 15 November 2025

Pemerintah Kota Tasikmalaya memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga tanggal 15 November 2025. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama sejumlah dinas teknis di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya pada Senin, 10 November 2025. Dalam rakor tersebut, berbagai isu mengenai potensi bencana dan strategi penanggulangan dibahas secara mendalam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surahman, menyampaikan bahwa BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan berlangsung selama sekitar lima hari ke depan. Oleh karena itu, status tanggap darurat yang seharusnya berakhir pada hari ini diperpanjang hingga tanggal 15 November.

”Dengan perpanjangan ini, kami ingin memastikan bahwa penanganan bencana di lapangan dapat terus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Ucu. Ia menambahkan bahwa saat ini, pihaknya bersama TRC fokus pada upaya penyelesaian dampak bencana yang masih terjadi di sejumlah titik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Rahasia Bayar Pajak Kendaraan Bebas Biaya Tunggakan

Ucu juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tanggap darurat, penggunaan anggaran harus dilakukan dengan hati-hati. Meskipun anggaran tetap disesuaikan dengan kemampuan daerah, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Potensi Bencana Masih Tinggi

Asisten Daerah (Asda) III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tasikmalaya, Hanafi, menilai bahwa keputusan perpanjangan status tanggap darurat merupakan langkah yang tepat. Menurut dia, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir telah memicu berbagai kejadian seperti banjir, longsor, pohon tumbang, hingga rumah roboh.

”Data dari BMKG menunjukkan curah hujan tiga hari ke depan masuk kategori peringatan dini atau kewaspadaan tertinggi. Potensi bencana masih besar, jadi memang harus tetap siaga,” kata Hanafi.

Dengan perpanjangan status tanggap darurat ini, Pemkot Tasikmalaya berharap seluruh perangkat daerah dan masyarakat tetap waspada serta berkoordinasi aktif dalam menghadapi potensi bencana yang masih mengancam.

Langkah-Langkah Penanggulangan Bencana

Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah setempat untuk meminimalkan risiko bencana:

  • Peningkatan pemantauan cuaca: BPBD dan instansi terkait terus memantau perkembangan cuaca menggunakan data dari BMKG.
  • Peningkatan kesiapsiagaan: Seluruh perangkat daerah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan siaga 24 jam.
  • Pemetaan daerah rawan: Wilayah-wilayah yang dianggap rentan terhadap bencana telah dipetakan untuk memudahkan respons cepat.
  • Sosialisasi dan edukasi: Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Baca Juga:  Lebaran Sudah Berlalu FM3D Menunggu Janji DLH Kabupaten Bogor

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Tasikmalaya berupaya memastikan keselamatan warga dan mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.