Perayaan Hasil Bumi Warga Ciwedus Banten dengan Padi Bibit Unggul

by -177 views
by
Perayaan Hasil Bumi Warga Ciwedus Banten dengan Padi Bibit Unggul

Kedaulatan Pangan di Tengah Kebun Padi Ciwedus

Di Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten, warga melakukan panen raya terhadap padi unggulan PS-08 yang ditanam di lahan seluas 10 hektar. Kegiatan ini bukan hanya sekadar momen perayaan hasil bumi, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagai pilar utama ketahanan nasional.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah kota terhadap berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menekankan bahwa panen raya ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat menghasilkan perubahan nyata.

“Panen raya ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat menghasilkan perubahan nyata. Pemerintah Kota Cilegon akan terus mendukung pemberdayaan petani agar sektor pertanian semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Robinsar kepada awak media.

Hasil Panen yang Menggembirakan

Dinas Pertanian Kota Cilegon melaporkan bahwa hasil panen padi unggulan PS-08 di Ciwedus menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan dibanding varietas sebelumnya. Padi jenis ini terbukti lebih tahan terhadap hama, memiliki masa tanam yang efisien, serta menghasilkan gabah berkualitas premium.

Baca Juga:  Profil Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Yang Meninggal Dunia Di Usia 96 Tahun

Program ini merupakan bagian dari Revolusi Pertanian yang diinisiasi Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) Provinsi Banten bersama Kelompok Tani Saluyu dan Sejati. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani dan masyarakat sekitar.

Apresiasi dan Komitmen YBBN

Ketua Dewan Pembina YBBN, Seno Adjie, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan pemerintah daerah atas kerja keras mereka dalam menyukseskan program tersebut. Ia menekankan bahwa Revolusi Pertanian bukan sekadar kegiatan panen, tetapi juga gerakan kesadaran.

“Revolusi Pertanian bukan sekadar kegiatan panen, tetapi gerakan kesadaran. Kita ingin menanamkan kembali nilai kemandirian pangan. Melalui benih unggulan PS-08, kita buktikan bahwa petani adalah garda terdepan ketahanan bangsa,” jelasnya.

Seno Adjie menegaskan bahwa YBBN akan terus memperluas jangkauan program dengan menggandeng lebih banyak kelompok tani, pemerintah daerah, serta lembaga riset dan pendidikan pertanian agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor

Ketua Pembina Muhammad Fachry Anggara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong inovasi di bidang pertanian nasional.

Baca Juga:  Hijab dan Fenomena Media Sosial

“Kami ingin menjadikan Banten sebagai laboratorium pertanian modern Indonesia. Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan lembaga masyarakat seperti ini adalah langkah strategis menuju kemandirian pangan yang sejati,” ujarnya.

Fachry menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari semangat gotong royong serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan YBBN kepada kelompok tani di berbagai daerah.

Program Jangka Panjang

Panen Raya di Ciwedus merupakan bagian dari program jangka panjang yang akan terus berlanjut di wilayah Banten dan simbol dari keberlanjutan program Revolusi Pertanian yang telah kami jalankan di berbagai daerah.

Sebelumnya, YBBN juga telah melakukan penanaman bibit unggul padi dan jagung PS-08 di lahan yang mencapai 700 hektar. Semua itu dilakukan untuk mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.