Warga Desa Ciganjeng Mengeluhkan Banjir yang Terus-Menerus Merusak Lahan Pertanian
Di tengah kondisi malam yang gelap, seorang warga dari Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengungkapkan keluhannya melalui sebuah video amatir yang viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 14 detik tersebut, warga tersebut meminta perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Presiden Prabowo Subianto terkait kerugian yang dialami oleh petani akibat banjir yang terjadi setiap tahun.
“Pak Gubernur Dedi Mulyadi dan bapak Presiden Prabowo, lahan (persawahan) di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang terdampak banjir kurang lebih 300 hektare,” ujar warga tersebut dalam video tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa kerugian yang dialami masyarakat petani di Desa Ciganjeng mencapai Rp 8,6 miliar hanya untuk satu kali panen. Jika dua kali panen gagal, kerugiannya bisa mencapai Rp 17,6 miliar.
“Mohon diperhatikan bapak Gubernur dan bapak Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia, mohon, mohon. Saya sampai sekarang belum pulang sudah jam 6 lebih (sore),” tambahnya sambil berusaha memperlihatkan kondisi sawah yang terendam banjir.
Video ini dibuat oleh Engkis, seorang petani berusia 57 tahun yang tinggal di Desa Ciganjeng. Dari penelusuran Tribun, video tersebut muncul di media sosial dan mendapat banyak respons. Engkis mengungkapkan bahwa ia membuat video tersebut saat masih berada di tengah sawah, dengan rasa kesal karena banjir yang terjadi setiap tahun.
“Ya itu video saya kemarin (12/11). Itu karena saya jengkel, kesal, puluhan tahun banjir itu terus membanjiri lahan persawahan,” kata Engkis melalui WhatsApp. Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi setiap tahun saat hujan deras, sehingga tanaman padi sering kali gagal panen.
Kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman, mengatakan bahwa luasan lahan persawahan yang terendam banjir mencapai sekitar 250 hektare. “Itu sudah puluhan tahun terus terdampak banjir. Ya, ada sekitar 30 tahun mah. Dulu, 15 tahun ke belakang memang ada perbaikan tapi tidak maksimal,” ujarnya.
Menurut Imang, untuk menghindari banjir yang terus-menerus, diperlukan perbaikan tanggul dan anggaran besar. “Jadi harus ada peninggian, memperkuat tanggul batas. Itu anggarannya besar dan butuh bantuan dari Kementerian PUPR,” tambahnya.
Dari pengakuan warga dan pihak desa, masalah banjir di Desa Ciganjeng bukanlah hal baru. Namun, dampaknya terhadap para petani sangat signifikan, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun pusat agar lahan pertanian dapat kembali stabil dan aman dari ancaman banjir.
Beberapa solusi yang direkomendasikan antara lain:
- Peningkatan kualitas tanggul yang ada agar mampu menahan debit air yang tinggi.
- Penyediaan anggaran khusus untuk perbaikan infrastruktur pengairan dan drainase.
- Kerja sama dengan instansi terkait, seperti Kementerian PUPR, untuk mendapatkan dukungan teknis dan finansial.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat petani di Desa Ciganjeng dapat kembali merasakan ketenangan dan stabilitas dalam bertani, serta mengurangi kerugian akibat banjir yang terus-menerus terjadi.








