Pemerintah dan PLN Berikan Bantuan Listrik kepada 112 Keluarga di Minahasa
Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 112 keluarga prasejahtera. Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Merdeka dari Kegelapan” yang dilaksanakan untuk memastikan akses listrik merata di seluruh Indonesia.
Acara penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, dan dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Acara ini menandai komitmen pemerintah dalam memperluas akses energi bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Jolly Walangitan (59), salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterimanya. Sebelumnya, ia hanya bisa mendapatkan aliran listrik dengan menyambung dari rumah tetangga. Daya yang tersedia pun terbatas, hanya cukup untuk menyalakan lampu.
“Sebelumnya, kami hanya pasang lampu dengan menyambung dari tetangga. Sekarang sudah ada penyambungan listrik sendiri secara gratis, jadi kami bisa menikmati penerangan tanpa bergantung lagi pada orang lain,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ESDM, dan PLN atas bantuan yang telah diberikan. Ia berharap keberkahan serupa dirasakan masyarakat lain di berbagai daerah yang belum memiliki akses listrik mandiri.
“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri ESDM, dan PLN yang telah membantu kami mendapatkan pemasangan listrik gratis,” tuturnya.
Komitmen Pemerintah dalam Memperluas Akses Listrik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya program ini dalam memastikan kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan energi. Ia menegaskan bahwa semua desa dan kelurahan harus memiliki akses listrik hingga tahun 2030.
“Saya perintahkan agar hingga 2029 sampai 2030, semua desa dan kelurahan harus sudah memiliki listrik. Tidak boleh lagi kita biarkan anak-anak kita, masa depan bangsa, tidak merasakan fasilitas yang layak untuk mereka bisa sekolah baik, bisa kesehatan baik, dan ekonominya baik,” ujar Bahlil.
Ia juga menyoroti pentingnya listrik bagi nelayan dan petani, agar hasil tangkapan atau panen bisa terjaga dan dijual dengan harga yang baik.
Realisasi Program BPBL di Tingkat Nasional
Secara nasional, realisasi program BPBL tahun 2024 mencapai 155.429 rumah tangga. Hingga September 2025, sebanyak 135.482 rumah tangga telah menerima sambungan listrik dari target 215.000 rumah tangga pada akhir tahun.
Hingga Semester I tahun 2025, Rasio Elektrifikasi nasional mencapai 98,53 persen. Artinya, hampir seluruh rumah tangga di Indonesia telah menikmati listrik. Namun, masih ada sekitar 1,47 persen rumah tangga yang belum berlistrik, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Daerah-daerah 3T ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam membangun infrastruktur kelistrikan. Bahlil menegaskan perlunya fokus pada daerah-daerah tersebut.
“Dalam momen kesempatan yang berbahagia ini, saya meminta kepada Dirjen EBTKE dan Dirjen Listrik dan PLN. Anggarannya sudah ada. Saya minta prioritaskan semua daerah-daerah 3T. Selesaikan dulu,” tegas Bahlil.
Peran PLN dalam Mendukung Program BPBL
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN mendukung penuh program BPBL yang diinisiasi Kementerian ESDM. Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperluas akses energi dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia telah menegaskan agar tidak ada lagi masyarakat hidup dalam kegelapan. PLN memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati listrik sebagai hak dasar,” ujarnya.
Menurut Darmawan, BPBL menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru meskipun jaringan listrik sudah tersedia. Program ini menjembatani kesenjangan antara ketersediaan infrastruktur dan kemampuan masyarakat.
“PLN siap all out menyukseskan BPBL. Kami pastikan seluruh proses berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Darmawan.







