Aksi Tegas Petugas Lalu Lintas yang Menarik Perhatian Publik
JABARMEDIA – Sebuah kejadian unik dan menarik perhatian publik terjadi ketika seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor menindak mobil mewah Maserati yang kedapatan menggunakan pelat nomor kecil seperti milik sepeda motor. Kejadian ini viral di media sosial, khususnya Instagram, setelah diunggah oleh akun @dulyanidul.
Dalam video singkat tersebut, petugas terlihat menegur pengemudi dengan sopan namun tegas, menjelaskan kesalahan penggunaan pelat nomor yang jelas melanggar aturan lalu lintas. Meski awalnya suasana terasa tenang, situasi berubah ketika pengemudi mobil mewah itu diduga mencoba menyelipkan uang Rp100 ribu kepada petugas. Upaya ini tampaknya dimaksudkan untuk menghindari tilang.
Aksi tersebut terekam jelas di kamera dan membuat publik geram sekaligus penasaran bagaimana reaksi polisi di lapangan. Tanpa ragu sedikit pun, petugas langsung menolak uang tersebut secara tegas. Ia tetap melanjutkan proses penilangan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sikap profesional ini langsung menuai banjir pujian dari pengguna media sosial yang menilai tindakan itu sebagai contoh nyata integritas aparat penegak hukum.
Temuan Tambahan yang Menambah Kekhawatiran
Tidak hanya menemukan pelanggaran pelat nomor, pemeriksaan petugas justru mengungkap pelanggaran lain. Dari hasil pengecekan, diketahui mobil Maserati tersebut ternyata dalam kondisi mati pajak. Temuan ini membuat pengemudi harus menerima dua jenis sanksi sekaligus, yaitu pelanggaran pelat nomor dan pajak kendaraan.
Maserati sendiri dikenal sebagai merek mobil sport asal Italia yang identik dengan performa tinggi dan harga selangit. Tak heran, penampilan kendaraan ini langsung menarik perhatian warga sekitar ketika diberhentikan polisi. Namun, kemewahan mobil tersebut tak mampu menutupi pelanggaran yang dilakukan pengemudinya.
Pesan Moral yang Kuat
Yang membuat video ini viral bukan sekadar karena mobil mewahnya, melainkan karena ketegasan dan kejujuran petugas. Di tengah maraknya citra negatif terhadap aparat lalu lintas, tindakan menolak suap meski dalam jumlah kecil menjadi angin segar bagi publik. Beragam komentar positif pun membanjiri unggahan video tersebut.
Beberapa netizen menulis, “Salut buat bapak polisi ini, tetap tegas walau disogok.” Ada juga yang berharap agar tindakan seperti ini bisa menjadi standar baru integritas polisi di lapangan, bukan sekadar pengecualian. Video penindakan itu kini telah dibagikan ulang ribuan kali di berbagai platform media sosial. Bukan karena kontroversi, tapi karena pesan moral kuat yang tersirat di baliknya: kehormatan seragam tidak bisa dibeli, bahkan dengan uang seratus ribu rupiah.
Komentar Publik yang Menggembleng Kepedulian
Video ini tidak hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi juga menjadi momen penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga aturan lalu lintas. Banyak netizen menyampaikan bahwa tindakan petugas menunjukkan bahwa keadilan masih ada di tengah masyarakat. Mereka berharap agar semua petugas lalu lintas dapat mencontoh sikap profesional dan tegas seperti yang ditunjukkan oleh petugas tersebut.
Selain itu, banyak orang juga mengkritik pengemudi yang mencoba memberikan uang sebagai bentuk suap. Mereka menilai bahwa tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak citra diri sendiri dan memperburuk pandangan masyarakat terhadap pengemudi mobil mewah.
Kesimpulan
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa siapa pun, termasuk pemilik mobil mewah, harus mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, tindakan petugas yang tegas dan tidak mudah tergoda oleh uang menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Semoga kejadian ini bisa menjadi inspirasi bagi petugas lainnya untuk tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mereka.








