Princeton Digital Group Membangun Pusat Data 120 MW di Bekasi

by -142 views
by
Princeton Digital Group Membangun Pusat Data 120 MW di Bekasi

Pengembangan Kampus Pusat Data Hyperscale di Indonesia

Princeton Digital Group (PDG), salah satu penyedia pusat data terkemuka di Asia Pasifik, telah memulai pembangunan kampus pusat data hyperscale terbaru di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kabupaten Bekasi. Proyek ini diberi nama JC3 dan memiliki kapasitas hingga 120 MW. Fasilitas ini digadang sebagai salah satu pusat data terbesar dan tercanggih di Indonesia. Kehadiran JC3 menjadi langkah penting dalam mendukung ekosistem digital dan teknologi AI di Tanah Air.

Lokasi Strategis dan Infrastruktur yang Kuat

JC3 berlokasi hanya 25 km dari kampus PDG JC2 di Cibitung. Fasilitas ini akan diperkuat dengan pasokan daya dual-grid dari PT PLN (Persero). Dengan kapasitas daya penuh yang telah dijanjikan, JC3 dirancang sebagai carrier-neutral data center yang menawarkan jaringan serat optik ke ekosistem inti Jakarta dan internet exchange utama. Hal ini memastikan konektivitas tanpa hambatan bagi pelanggan global maupun lokal.

Investasi Besar dan Desain Modular

Dengan nilai investasi mencapai US$ 1 miliar, kampus JC3 dibangun khusus untuk mendukung beban kerja hyperscale dan AI. Desain modular memungkinkan skalabilitas dan kecepatan pembangunan, sementara teknologi pendinginan direct-to-chip menghadirkan efisiensi maksimal. Fase pertama proyek ini ditargetkan siap beroperasi pada Kuartal IV tahun 2026, menjadikannya salah satu proyek pusat data dengan penyelesaian tercepat di kawasan.

Baca Juga:  Bukit Moko: Menjelajahi Keindahan Bandung Dari Ketinggian, Antara Romantisme Dan Pesona Malam

Komitmen terhadap Keberlanjutan

Sejalan dengan visi Net Zero 2030, PDG memastikan kampus JC3 memanfaatkan sumber energi terbarukan dan menargetkan sertifikasi LEED. Dibangun di atas kesuksesan JC2—pusat data pertama di Indonesia yang ditenagai biomassa—JC3 mengadopsi teknologi pendinginan cair generasi baru. Solusi ini mampu menangani beban kerja berdensitas tinggi dengan tetap efisien dan ramah lingkungan, menegaskan komitmen PDG terhadap infrastruktur digital berkelanjutan.

Visi dan Peran PDG dalam Ekonomi Digital

Varoon Raghavan, Co-founder dan Chief Operating Officer PDG, menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik. Kehadiran kampus JC3 dirancang untuk menghadirkan skala, kinerja, dan keberlanjutan yang dibutuhkan pelanggan di tengah meningkatnya beban kerja cloud dan AI.

Meningkatkan Kapasitas dan Kepopuleran PDG

Dengan tambahan kapasitas JC3, total kapasitas PDG di Indonesia akan mencapai sekitar 230 MW. Ini memperkuat posisi PDG sebagai penyedia pusat data terbesar dan paling tepercaya di Indonesia. Dengan pengembangan ini, PDG semakin memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air.

Baca Juga:  Putus Mata Rantai Tawuran Pelajar, Kota Bogor Bentuk PATBM di 68 Kelurahan

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Pengembangan JC3 tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi industri teknologi dan inovasi di Indonesia. Dengan fasilitas yang canggih dan berkelanjutan, JC3 menjadi contoh bagaimana infrastruktur digital dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Selain itu, proyek ini juga akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal dalam bidang teknologi informasi.

Kesimpulan

Proyek JC3 merupakan langkah strategis PDG dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Dengan desain yang modern, infrastruktur yang kuat, dan komitmen terhadap keberlanjutan, JC3 akan menjadi pusat data yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh Indonesia. Dengan ini, PDG semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri pusat data di Asia Pasifik.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.