Produksi Manggis Purwakarta Turun Drastis Akibat Cuaca Ekstrem

by -68 views
by
Produksi Manggis Purwakarta Turun Drastis Akibat Cuaca Ekstrem

Penurunan Produksi Manggis di Purwakarta Akibat Cuaca Ekstrem

Produksi buah manggis di Kabupaten Purwakarta mengalami penurunan yang signifikan akibat cuaca ekstrem. Hingga September 2025, jumlah produksi hanya mencapai 1.574 ton, jauh lebih rendah dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 18.005 ton. Hal ini disebabkan oleh hujan terus-menerus yang memengaruhi pertumbuhan dan menyebabkan banyak buah manggis gugur.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang buruk diperparah oleh siklus panen buah manggis yang terjadi setiap dua tahun sekali. Akibatnya, hasil panen kali ini turun secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun produksi menurun, kualitas manggis yang dipanen justru lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hadyanto mengatakan bahwa rasa manggis lebih manis-asam seimbang dan ukurannya lebih besar. Keadaan ini membuat harga manggis di pasaran meningkat drastis. Harga manggis di tingkat petani saat ini mencapai Rp 50.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dari biasanya yang hanya Rp 5.000 per kilogram saat musim panen.

Baca Juga:  Kronologi Serangan Israel-Hamas: Titik-Titik Kritis dalam Konflik

Dari total produksi buah manggis di Purwakarta, hanya sekitar 30% yang mampu menembus pasar ekspor. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan perusahaan eksportir asal Purwakarta yang masih minim. Dispangtan Purwakarta mencatat ekspor sekitar 54.000 kilogram atau 3,34 ton, yang hanya 30% dari petani lokal. Sisanya berasal dari luar daerah.

Untuk meningkatkan mutu dan akses ekspor, pihaknya mendorong penerapan prosedur operasional standar (SOP), good agricultural practices (GAP), dan good handling practices (GHP). Selain itu, sebanyak 562 petani di daerahnya telah melakukan registrasi kebun untuk mempermudah akses ekspor. Registrasi ini sangat penting karena menjadi salah satu syarat ekspor.

Saat ini, sentra manggis di Purwakarta masih terpusat di lima kecamatan, yaitu Panyawangan, Kiarapedes, Bojong, Darangdan, dan Pondok Salam. Untuk menjaga populasi tanaman dan keberlanjutan produksi, Dispangtan Purwakarta akan kembali menyalurkan 1.000 bibit pohon manggis kepada para petani lokal.

Para petani buah manggis di Kabupaten Purwakarta mengaku mengalami gagal panen akibat cuaca buruk. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena hasil produksi selama ini sangat bergantung kepada kondisi cuaca yang mendukung. Salah seorang petani di Kecamatan Wanayasa, Mahmud, mengatakan bahwa hasil panen kemarin (2024) tidak sepersen pun karena hasilnya hanya 1-2 buah per pohon karena terlalu banyak terkena hujan.

Baca Juga:  Segera Hadapi Tim Milik Prabowo, Persikad Depok Pilih Ridwan Farid Jadi Pelatih Sementara

Upaya Peningkatan Produksi dan Kualitas

Untuk menghadapi tantangan ini, pemerintah setempat dan dinas pertanian terus berupaya meningkatkan produksi dan kualitas manggis. Salah satu strategi yang dilakukan adalah pemberian bantuan bibit pohon manggis kepada petani. Sebanyak 800 pohon di antaranya merupakan bantuan pemerintah daerah.

Selain itu, pelatihan dan edukasi tentang teknik bertani yang baik juga dilakukan. Petani diajarkan cara merawat tanaman agar tahan terhadap cuaca ekstrem dan dapat menghasilkan buah yang berkualitas. Proses pengolahan pasca panen juga diperhatikan agar manggis tetap segar dan layak untuk diekspor.

Pemerintah juga berusaha membangun kerja sama dengan perusahaan eksportir untuk meningkatkan jumlah ekspor manggis. Dengan adanya dukungan dari pihak swasta, diharapkan produksi manggis Purwakarta dapat kembali stabil dan meningkat.

Tantangan dan Harapan

Meski ada upaya-upaya yang dilakukan, tantangan tetap menghadang. Cuaca yang tidak menentu masih menjadi ancaman utama bagi para petani. Selain itu, kurangnya infrastruktur dan akses pasar juga menjadi kendala dalam mengekspor manggis.

Namun, para petani tetap optimis. Mereka percaya bahwa dengan bantuan pemerintah dan kolaborasi dengan pihak lain, produksi manggis di Purwakarta dapat bangkit kembali. Dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif, manggis Purwakarta memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Singgung 3 Kemenangan Persib, Castillion Makin Percaya Diri Lihat Program Coach Robert Alberts


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.