Produksi Menurun, Harga Manggis Purwakarta Capai Rp50.000 per Kg

by -79 views
by
Produksi Menurun, Harga Manggis Purwakarta Capai Rp50.000 per Kg

Produksi Manggis di Purwakarta Menurun Akibat Cuaca Ekstrem

Produksi buah manggis di Kabupaten Purwakarta terus mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem. Hingga September 2025 lalu, jumlah produksi hanya mencapai 1.574 ton dari periode tahun sebelumnya yang mencapai 18.005 ton. Hal ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, menjelaskan bahwa hujan yang terus-menerus menyebabkan pertumbuhan buah manggis berkurang dan banyak buah yang gugur. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang buruk diperparah oleh siklus panen manggis setiap dua tahun sekali. Alhasil, panen buah ini sekarang diakui turun secara signifikan dibandingkan hasil panen pada tahun-tahun sebelumnya.

Dispangtan Purwakarta mencatat populasi pohon manggis saat ini mencapai 179.584 pohon atau meningkat sekitar 1.697 pohon dibanding tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 pohon di antaranya merupakan bantuan pemerintah daerah.

Meskipun terjadi penurunan hasil secara kuantitas, Hadyanto menilai kualitas manggis yang dipanen kali ini justru lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Kualitasnya lebih bagus, rasanya manis-asam seimbang. Secara ukuran pun lebih besar,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Cirebon Tanggung Premi BPJS Ketenagakerjaan untuk 17.900 Nelayan

Kelangkaan stok dengan kualitas yang lebih baik diakui menaikkan harga manggis di pasaran. Hadyanto menyebutkan, harga manggis di tingkat petani saat ini menyentuh Rp50.000 per kilogram dari biasanya hanya Rp5.000 per kilogram saat musim panen.

Dari total produksi manggis di Purwakarta, hanya sekitar 30 persen yang mampu menembus pasar ekspor. Hal itu dipengaruhi keberadaan perusahaan eksportir setempat yang relatif masih minim. “Kita mencatat ekspor sekitar 54.000 kilogram atau 3,34 ton, itu pun hanya 30 persen dari petani lokal. Sisanya dari luar daerah,” ujar Hadyanto.

Oleh karena itu, dia mendorong peningkatan mutu melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Hadyanto juga menyebut sebanyak 562 petani di daerahnya telah melakukan registrasi kebun untuk mempermudah akses ekspor. Dia mengakui registrasi kebun dan petani sangat penting karena menjadi salah satu syarat ekspor.

“Kami siap bantu (registrasi kebun manggis) gratis supaya manggis Purwakarta punya legalitas dan daya saing di pasar luar negeri,” katanya.

Baca Juga:  Mitra Kukar vs Persib 2-3, Curi Poin Sempurna Dari Tenggarong

Lebih lanjut, dia menyebutkan sentra manggis di Purwakarta masih terpusat di lima kecamatan, yakni Panyawangan, Kiarapedes, Bojong, Darangdan dan Pondok Salam. Untuk menjaga populasi tanaman dan keberlanjutan produksi, Dispangtan Purwakarta disebut akan kembali menyalurkan 1.000 bibit pohon manggis kepada para petani lokal.

Sebelumnya, para petani buah manggis di Kabupaten Purwakarta mengaku mengalami gagal panen akibat cuaca buruk. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena hasil produksi selama ini diakui sangat bergantung kepada kondisi cuaca yang mendukung. “Hasil panen kemarin (2024) tidak sepersen pun karena hasilnya hanya 1-2 buah per pohon karena terlalu banyak terkena hujan,” kata salah seorang petani buah manggis di Kecamatan Wanayasa, Mahmud.

Dia mengatakan, panen manggis biasanya terjadi pada periode Oktober-Februari. Panen kali ini diakui bertepatan dengan musim hujan yang menyebabkan banyak bunga di pohon manggis miliknya rontok sehingga tidak menjadi buah manggis.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.