Taiwan Tahan 1 Ton Bahan Makanan Indonesia yang Mengandung Pengawet Buatan

by -158 views
by
Taiwan Tahan 1 Ton Bahan Makanan Indonesia yang Mengandung Pengawet Buatan

Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan mengambil tindakan terhadap 1 ton produk bakso goreng asal Indonesia yang diimpor ke negara tersebut. Tindakan ini dilakukan pada Selasa (28/10) setelah pihak berwenang menemukan kandungan pengawet buatan, yaitu asam benzoat, sebesar 0,05 gram per kilogram basreng.

Menurut regulasi yang berlaku di Taiwan, penggunaan zat aditif seperti asam benzoat dalam produk makanan tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, produk tersebut harus dikembalikan atau dimusnahkan di perbatasan. Penahanan ini dilakukan sesuai dengan standar spesifikasi dan batasan bahan tambahan pangan yang ditetapkan oleh otoritas setempat.

Produk bakso goreng ini merupakan hasil produksi Isya Food yang kemudian diimpor oleh Sheba Enterprise Co. ke Taiwan. Dalam pemeriksaan perbatasan, terdapat 11 produk makanan impor lainnya yang juga gagal masuk ke Taiwan. Di antaranya adalah melon dari Jepang, daun lobak dan kepiting bulu asal Cina, serta selada Malaysia.

Sebelumnya, TFDA juga menahan nasreng yang dikirim oleh Isya Food pada 21 Oktober 2025. Produk seberat 1.008 kilogram ini mengandung pengawet asam benzoat sebesar 0,93 gram per kilogram basreng. Hal ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan untuk mengandung zat aditif yang tidak diperbolehkan dalam produk makanan yang diimpor ke Taiwan.

Baca Juga:  Petugas Amankan Kegiatan Rapat Pleno KPU

Beberapa waktu lalu, Taiwan juga menemukan residu pestisida di Indomie, sehingga menyebabkan Indofood mengklaim bahwa produk tersebut bukanlah ekspor resmi. Selain itu, ada laporan bahwa Taiwan melarang pegawai negeri sipil menggunakan DeepSeek AI karena khawatir data sensitif bisa bocor ke Cina.

Tindakan TFDA terhadap produk-produk makanan impor menunjukkan komitmen pihak berwenang untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan yang masuk ke wilayah mereka. Kebijakan ini juga menjadi peringatan bagi produsen dan importir untuk mematuhi regulasi yang berlaku di pasar internasional.

Beberapa langkah penting yang dapat diambil oleh produsen makanan antara lain:
* Memastikan bahwa semua bahan tambahan pangan yang digunakan sesuai dengan standar yang berlaku di negara tujuan.
* Melakukan pengujian berkala terhadap produk sebelum diekspor untuk memastikan tidak ada zat yang dilarang.
* Menjalin kerja sama dengan lembaga pengawas pangan di negara tujuan agar lebih memahami regulasi yang berlaku.

Selain itu, para importir juga perlu memperhatikan prosedur pengajuan izin dan pemeriksaan produk sebelum melakukan pengiriman. Hal ini bertujuan untuk menghindari penahanan atau pembatalan pengiriman yang dapat merugikan pihak produsen maupun importir.

Baca Juga:  Balikpapan Dinobatkan WWF sebagai Kota Paling Dicintai di Dunia

Dengan semakin ketatnya regulasi pangan di berbagai negara, produsen dan importir perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan pangan global. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya aman untuk dikonsumsi, tetapi juga mudah diterima di pasar internasional.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.