Transformasi Gedung Sate: Pagar Mirip Keraton Cirebon dengan Nuansa Budaya Sunda

by -63 views
by
Transformasi Gedung Sate: Pagar Mirip Keraton Cirebon dengan Nuansa Budaya Sunda

Transformasi Gedung Sate: Menggabungkan Budaya Lokal dan Arsitektur Kolonial

Gedung Sate, yang merupakan ikon Jawa Barat, kini sedang mengalami transformasi besar-besaran. Dikenal dengan arsitektur peninggalan Belanda, bangunan ini kini mulai diperkaya dengan sentuhan budaya lokal untuk menciptakan keseimbangan antara sejarah kolonial dan identitas kebudayaan Sunda.

Area depan kantor Gubernur Jabar yang berada di Kota Bandung sedang dalam proses renovasi besar-besaran. Fokus utamanya adalah mengubah gerbang dari deretan pilar sederhana menjadi struktur bernuansa bata merah yang menyerupai gaya gerbang Keraton Cirebon. Perubahan ini tidak hanya sekadar estetika, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Anggaran Besar untuk Perbaikan Gedung Sate

Perbaikan yang memakan anggaran sebesar Rp3,5 miliar ini dilakukan oleh Pemprov Jabar. Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah memperkuat identitas lokal Jawa Barat dan menyeimbangkan nuansa kolonial yang dominan pada Gedung Sate.

“Gedung Sate kan sangat kental dengan peninggalan Belanda, nah pagar depannya diberikan sentuhan Budaya Sunda untuk mengimbangi,” ujarnya.

Baca Juga:  12 Kereta Anyar Tiba di Pelabuhan Teluk Bayur Padang

Perubahan yang Dilakukan pada Area Gedung Sate

Beberapa perubahan signifikan telah dilakukan di area Gedung Sate, termasuk:

  • Pagar Gerbang: Dari pilar putih sederhana menjadi nuansa bata merah yang menyerupai gerbang Keraton Cirebon.
  • Lantai Parkir: Aspal diganti menjadi paving block agar lebih rapi dan teratur.
  • Lorong Dalam: Pilar menuju ruang kerja Gubernur dihiasi dengan dekorasi berupa hasil bumi, menambah kesan tradisional.

Selain itu, perubahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata. Gedung Sate bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga destinasi wisata kebanggaan Jawa Barat yang ramai dikunjungi setiap hari.

Meningkatkan Kenyamanan dan Daya Tarik Wisata

Adi Komar menekankan bahwa renovasi ini dilakukan agar area Gedung Sate semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung. “Perbaikan dilakukan agar lebih semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung, karena setiap hari, banyak wisatawan datang berkunjung untuk menikmati arsitektur dan sejarahnya,” katanya.

Anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk perbaikan ini bersumber dari APBD Perubahan 2025. Pihak Pemprov memastikan bahwa estetika dan fungsionalitas tetap dijaga sejalan dengan upaya pelestarian Gedung Sate sebagai cagar budaya.

Baca Juga:  WiFi Liar Mengganggu Warga Garut, Pemda Diminta Bertindak!

Filosofi Sunda yang Terwujud dalam Perubahan

Perubahan gerbang menjadi struktur bernuansa bata merah sudah mulai terlihat. Sentuhan ini tidak hanya bersifat estetika, tetapi juga mencerminkan karakter dan filosofi Sunda. “Sentuhan budaya ini tidak hanya memperindah, tetapi juga mencerminkan karakter dan filosofi Sunda yang melekat pada Gedung Sate sebagai simbol pemerintahan yang berakar pada nilai-nilai budaya,” tambahnya.

Dengan perubahan ini, Gedung Sate diharapkan dapat menjadi representasi yang lebih lengkap dari identitas Jawa Barat, baik dalam hal sejarah maupun kebudayaan. Proyek ini juga menjadi langkah penting dalam melestarikan warisan budaya sambil tetap mempertahankan fungsi dan estetika bangunan tersebut.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.