Wabup Cirebon Sampaikan Keprihatinan atas Banjir di Wilayah Waled
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap banjir yang kembali melanda beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon, khususnya di Kecamatan Waled. Banjir tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan bahkan menyebabkan lumpuhnya beberapa titik jalan.
“Saya sudah menerima laporan dari BPBD. Ada dua desa yang terdampak, yaitu Desa Gunungsari dan Desa Mekarsari Kecamatan Waled,” ujar Wabup Agus saat berada di Kantor Bupati Cirebon, Kamis (20/11/2025).
Menurut Agus, atau akrab disapa Jigus, banjir kali ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap masyarakat. Dari hasil asesmen sementara, sekitar 1.400 kepala keluarga (KK) terdampak oleh banjir tersebut.
“Dari Desa Gunungsari sekitar 600-an KK, dan dari Mekarsari sekitar 800-an KK. Jadi total kurang lebih 3.500 warga yang terdampak,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana untuk meninjau langsung lokasi banjir. Wabup menyampaikan bahwa dirinya akan turun bersama Sekretaris Daerah serta sejumlah SKPD terkait untuk melihat kondisi di lapangan.
“Besok kami akan ke sana untuk mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Agus menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah melakukan normalisasi di Sungai Ciberes dan Cigarukak. Namun masih ada satu sungai lain yang memerlukan normalisasi lanjutan.
“Kami perlu melihat apakah memungkinkan dibuat sodetan tambahan supaya genangan tidak bertahan lama. Dari informasi sementara, salah satu penyebab banjir adalah kiriman air dari wilayah atas, yaitu dari Kuningan,” ungkapnya.
Wabup berharap upaya identifikasi dan penanganan yang dilakukan pemerintah dapat mencegah terulangnya banjir serupa di masa mendatang.
“Mudah-mudahan kita bisa memberikan solusi terbaik. Pemda, pemdes, dan dinas terkait berupaya membantu masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.
Penyebab Banjir dan Upaya Pencegahan
Banjir yang terjadi di Kecamatan Waled disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah kiriman air dari wilayah atas, khususnya dari Kuningan. Hal ini membuat debit air di wilayah Cirebon meningkat secara signifikan.
Selain itu, kondisi sungai-sungai yang ada di wilayah tersebut juga menjadi faktor penting. Meskipun sudah dilakukan normalisasi pada Sungai Ciberes dan Cigarukak, masih ada satu sungai lain yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut.
Untuk mencegah terulangnya banjir, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan pembuatan sodetan tambahan. Sodetan ini diharapkan dapat membantu mengalirkan air dengan lebih cepat sehingga mengurangi risiko genangan.
Tindakan yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk menangani dampak banjir. Selain melakukan survei langsung ke lokasi, pihak terkait juga akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara.
Selain itu, pemerintah juga akan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan.
Kesiapan Masyarakat
Masyarakat yang terdampak banjir diharapkan tetap tenang dan kooperatif dalam mengikuti instruksi dari pemerintah. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari penggunaan air yang tidak diperlukan agar tidak memperparah situasi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan banjir yang terjadi saat ini dapat segera ditangani dengan baik dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.







