Wabup Garut Temukan Warga Miskin Tidak Terima Bantuan, Ini Penyebabnya

by -140 views
by
Wabup Garut Temukan Warga Miskin Tidak Terima Bantuan, Ini Penyebabnya

Masalah Pendataan Bansos di Garut

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengakui adanya temuan sejumlah warga miskin yang tidak menerima bantuan sosial (bansos) akibat kesalahan data pada sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam proses pendataan yang dilakukan oleh berbagai instansi terkait.

Putri Karlina menjelaskan bahwa masalah pendataan desil masih dalam tahap pengajuan dan pembaruan. Ia juga menemukan kasus serupa saat melakukan peninjauan di lapangan. Menurutnya, pendataan desil dilakukan berdasarkan pengajuan dari masyarakat. Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa ada warga yang seharusnya menerima bansos, tetapi ternyata tidak menerima. Untuk itu, ia dan timnya mencoba melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau pendataan desil, kita based on pengajuan. Maksudnya gini, kalau misalnya ada beberapa kasus saya sudah menemukan juga, dia dianggap harusnya menerima bantuan, tapi ternyata enggak. Kita coba telusuri,” ujar Putri belum lama ini.

Putri menyampaikan bahwa kesalahan data bisa saja terjadi akibat kelalaian dalam proses survei di lapangan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk memastikan proses pendataan dilakukan secara faktual dan akurat.

Baca Juga:  5 Resep Jus Segar yang Membantu Kontrol Gula Darah untuk Pengidap Diabetes

“Jadi memang itu agak sulit juga tapi kita upayakan terkait dengan koordinasi di bawah. Kadang-kadang ya namanya manusia kerja apakah surveinya dilakukan apakah betul-betul survei ke lapangan ataukah cuman pendataan saja. Itu juga kita selalu push ke dinsos untuk perbaiki data. Harapannya sih sekarang validasi data lebih baik,” ujarnya.

Selain menyoroti Dinas Sosial (Dinsos), Putri juga mengungkapkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Garut kini aktif melakukan pendataan warga yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima bansos.

“Disingkronisasi sama data dukcapil, kan dukcapil sekarang lagi banyak terjun ke lapangan juga termasuk juga kita lagi konsen data kematian jangan sampai banyak bantuan sosial diterima oleh orang yang sudah meninggal. Jadi kita lagi mengupayakan bagaimana orang mau melaporkan tentang kematian. Karena ada yang enggak mau secara sengaja ada juga yang tidak tahu cara melaporkan,” ujarnya.

Putri menilai, sebagian warga belum melaporkan data kematian karena kurangnya pemahaman atau sengaja menunda pelaporan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melaporkan perubahan data kependudukan agar program bantuan sosial dapat tersalurkan tepat sasaran.

Baca Juga:  Harga Emas Naik di Galeri 24, UBS, dan Antam Pegadaian Pada 19 Juli 2025

Tantangan dalam Proses Pendataan

Beberapa tantangan utama dalam pendataan bansos antara lain:

  • Kesalahan data: Kesalahan bisa terjadi akibat kelalaian dalam proses survei di lapangan.
  • Koordinasi antarinstansi: Pentingnya koordinasi antarlembaga untuk memastikan data akurat dan faktual.
  • Pemahaman masyarakat: Sebagian warga belum memahami pentingnya melaporkan perubahan data kependudukan, seperti kematian.

Upaya Perbaikan Data

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah dan instansi terkait telah melakukan beberapa langkah:

  • Peningkatan koordinasi: Memastikan semua lembaga bekerja sama dalam proses pendataan.
  • Peningkatan survei lapangan: Mendorong Dinsos untuk melakukan survei langsung ke lapangan, bukan hanya pendataan formal.
  • Peningkatan sosialisasi: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melaporkan perubahan data kependudukan, termasuk kematian.

Peran Disdukcapil dalam Pendataan

Disdukcapil Garut kini aktif melakukan pendataan warga yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima bansos. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bansos hanya diberikan kepada warga yang layak menerimanya.

Putri Karlina menekankan bahwa kesadaran masyarakat sangat penting dalam proses ini. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melaporkan perubahan data kependudukan, seperti kematian, agar bansos dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Baca Juga:  KPK Akan Panggil Bupati Pandeglang, Telusuri Harta Rp62,5 Miliar

Kesimpulan

Masalah pendataan bansos di Garut menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam proses pengumpulan dan validasi data. Meskipun demikian, pemerintah dan instansi terkait terus berupaya untuk memperbaiki sistem pendataan agar bansos dapat disalurkan secara akurat dan tepat sasaran. Keterlibatan masyarakat dalam proses ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan program bantuan sosial.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.