Perubahan Wajah Trotoar Stasiun Kejaksan Cirebon
Trotoar di depan Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, kini terlihat lebih lega setelah dilakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL). Penertiban yang dilakukan pada Senin (10/11/2025) memberikan ruang baru bagi warga untuk berjalan kaki dengan nyaman. Area yang sebelumnya dipenuhi oleh lapak dan gerobak PKL akan diubah menjadi taman kecil dan trotoar baru yang ramah pejalan kaki.
Konsep Penataan yang Menarik
Pemkot Cirebon memiliki rencana besar untuk mempercantik kawasan stasiun. Konsep penataan tersebut melibatkan penggunaan ruang terbuka hijau, trotoar yang lebih luas, serta ornamen khas Cirebon atau elemen kereta api. Meskipun detail konsep masih dalam proses, pihak terkait menyebutkan bahwa taman kecil akan menjadi bagian dari perubahan ini.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kota Cirebon. Ia menjelaskan bahwa KAI akan turut serta dalam pembangunan ulang trotoar dan penataan lingkungan sekitar stasiun. “Kami mendukung program Pak Wali Kota karena ada permintaan resmi dari Pemkot,” ujarnya.
Proses Pembangunan yang Segera Dimulai
Pembangunan akan dimulai setelah seluruh area bekas PKL benar-benar bersih. Saat ini, petugas gabungan telah melakukan penertiban dan mengangkut semua bangunan serta alat dagang dari trotoar. Tidak ada perlawanan dari para pedagang, sebagian besar dari mereka memilih membongkar sendiri lapaknya sebelum alat berat datang.
Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, mengapresiasi langkah para pedagang. “Penertiban hari ini adalah peringatan terakhir. Ada 33 PKL yang kami tertibkan di kawasan Stasiun Kejaksan ini. Alhamdulillah, rekan-rekan PKL sadar dan membongkar sendiri bangunannya,” katanya.
Kesiapan Masyarakat untuk Beradaptasi
Langkah ini merupakan bagian dari rencana Pemkot Cirebon untuk membangun kembali trotoar agar tampak rapi dan nyaman bagi pejalan kaki. “Mulai malam ini tidak ada lagi yang dagang di trotoar, karena dua sampai tiga hari ke depan trotoarnya akan mulai dibangun,” ujar Edi.
Penertiban berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan berjalan kondusif. Kini, trotoar di depan Stasiun Kejaksan tampak lebih lega, dan warga kembali bisa berjalan tanpa harus berdesakan di bahu jalan.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Muhibbuddin menegaskan bahwa KAI akan tetap mendukung pembangunan trotoar tersebut. “Nanti untuk perbaikannya, KAI juga akan mendukung pembangunan trotoar tersebut untuk mengembalikan fungsi pejalan kaki sebagai tempat jalan kaki.” Ia juga menyebutkan bahwa rencananya akan ada sedikit taman untuk memperindah lingkungan.
Meski belum mengetahui detail konsep desainnya, ia menyebutkan bahwa penataan ulang tersebut akan melibatkan unsur ruang terbuka hijau dan ornamen khas Cirebon atau kereta api. “Soal ornamen, bisa saja nanti ada unsur Cirebon atau kereta, tapi itu ranahnya Pemkot,” jelas dia.
Langkah Menuju Lingkungan yang Lebih Baik
Dengan adanya penertiban dan rencana pembangunan, kawasan depan stasiun akan menjadi lebih indah dan nyaman. Ini juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Seiring dengan perubahan ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dengan suasana baru yang lebih rapi dan teratur. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk KAI dan Pemkot Cirebon, harapan besar ditempatkan pada keberhasilan proyek ini.








