20 Gerobak Sampah Dibuang di Depan Kantor Lurah Kebalen Bekasi, Aksi Protes Penutupan TPS Ilegal Pemda

by -79 views
by
20 Gerobak Sampah Dibuang di Depan Kantor Lurah Kebalen Bekasi, Aksi Protes Penutupan TPS Ilegal Pemda

Aksi Protes Tukang Sampah di Depan Kantor Lurah Kebalen

Puluhan tukang sampah melakukan aksi protes dengan membuang sampah di depan Kantor Lurah Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Senin 29 Desember 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang berada di wilayah tersebut.

Mereka memilih untuk membuang sampah di depan kantor lurah meskipun pemerintah daerah telah menyiapkan truk untuk mengangkut ratusan kuintal limbah rumah tangga. Mereka berargumen bahwa tidak ada solusi yang diberikan pasca penutupan TPS ilegal tersebut.

Dalam aksi ini, sekitar 20 gerobak digunakan oleh para tukang sampah untuk membuang sampah di lapangan kantor. Sampah dibuang secara serentak, menciptakan kondisi yang tidak nyaman bagi warga dan pegawai kantor.

“Sengaja buang di sini karena yang kemarin ditutup. Ini sampah diambil dari rumah-rumah warga, seminggu bisa dua kali mengambil sampah,” ucap Iwan (37), salah seorang tukang sampah.

Perwakilan dari Kelompok Masyarakat Pemilah Sampah, Sarifudin, mengklaim bahwa para tukang sampah ini bingung karena lokasi pembuangannya disegel oleh pemerintah daerah. Alhasil mereka datang ke kelurahan untuk meminta solusi. Namun justru sampah dibuang di lapangan kelurahan.

Baca Juga:  Toyota Avanza 2010-2015: Ideal untuk Silaturahmi di Hari Lebaran, Harga Kini Semakin Terjangkau

“Kemarin kan ada penutupan oleh Plt Bupati, sama camat dan lurah. Nah, tadi anak-anak ingin buang lagi. Saya bilang tidak bisa buang di sini (TPS ilegal). Karena apa? Karena kemarin sudah ditutup. Nah sekarang begini saja, ke kelurahan saja datang, minta solusinya,” ucap dia.

Menurut dia, ada sekitar 20 tukang sampah yang mengikuti aksi tersebut. Masing-masing membawa satu gerobak dengan dua kali pengangkutan. Mereka sebelumnya telah mengangkut sampah di rumah-rumah warga lalu membuangnya di kelurahan.

“Yang ngangkut anak-anak Kelurahan Kebalen. Makanya anak-anak pada kemari (kantor kelurahan) minta solusi sama pak lurah, sedangkan pak lurahnya belum datang sampai saat ini. Alasannya katanya rapat di Pemda Kabupaten (Bekasi),” ucap dia.

Praktik Pembuangan Sampah Ilegal Terbongkar

Sebelumnya, praktik pembuangan sampah ilegal di Kelurahan Kebalen terbongkar setelah videonya viral di media sosial. Padahal lokasi itu sempat disegel tahun 2024. Namun segel telah dibuka oleh oknum pengelola.

Warga sekitar resah dengan operasional TPS yang tidak hanya liar tetapi juga mencemari lingkungan. Bahkan, TPS ilegal itu dicurigai sebagai salah satu penyebab banjir di lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Tumpukan Sampah Picu Banjir di Kampung Ciseureuh Sukabumi

Lokasi TPS cenderung tersembunyi, yakni di belakang ruko, dekat dengan bibir sungai. Jika hujan turun, sampah meluber hingga mencemari sungai. TPS itu kemudian disegel langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja pada Minggu 28 Desember 2025.

Penutupan TPS Ilegal sebagai Upaya Tegas

Sementara itu, Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan, penutupan TPS ilegal itu sebagai bentuk upaya tegas pemerintah daerah. Selain tidak berizin, pengelolaannya pun tidak sesuai aturan sehingga mencemari lingkungan sekitar. “Lalu kemudian ditutup,” kata dia.

Dedi mengungkapkan TPS itu telah bertahun-tahun digunakan pihak lain untuk membuang sampah. Pihak tersebut yang melayani sampah dari masyarakat kemudian dibuang ke TPS itu. Kemudian pada 2024, TPS ilegal tersebut pernah ditutup karena terbukti mencemari lingkungan.

“Setelah ditutup 2024 itu, dicarikanlah win win solutions bagaimana. Kemudian disepakati dilakukan pelayanan pengangkutan. Jadi sampah di Kebalen ini akan dilayani, diangkut ke TPA Burangkeng,” ucap dia.

Belakangan, kerja sama itu tidak berjalan karena jumlah sampah yang diangkut tidak sesuai dengan retribusi yang dibayarkan oleh pihak pengelola. Akhirnya kerja sama dihentikan.

Baca Juga:  Mendikbud Sidak Ujian Nasional Sekolah Dasar

Setelah disegel untuk kedua kalinya, kata Dedi, DLH telah menyiapkan truk sampah di Kantor Lurah Kebalen sebagai solusi sementara. Sayangnya truk itu ternyata tidak digunakan.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.