5 Fakta Menarik Kukang Jawa, Primata Lucu yang Mematikan

by -23 views
by
5 Fakta Menarik Kukang Jawa, Primata Lucu yang Mematikan

Kukang Jawa: Primata Nokturnal dengan Keunikan yang Luar Biasa

Kukang jawa, atau dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Nycticebus javanicus, adalah salah satu primata yang paling menarik di dunia. Banyak orang mungkin pertama kali melihatnya di internet dan langsung merasa terkesan dengan matanya yang besar dan gerakannya yang lambat. Namun, di balik penampilannya yang lucu, hewan ini memiliki berbagai keunikan yang membuatnya sangat istimewa. Sayangnya, meskipun begitu menarik, kukang jawa kini menghadapi ancaman kepunahan yang serius.

1. Kukang Jawa adalah Satu-Satunya Primata Berbisa di Dunia



Mungkin terdengar seperti cerita fiksi, tapi ini benar-benar fakta. Kukang jawa adalah satu-satunya primata di dunia yang memiliki racun. Bisa ini tidak berasal dari gigitannya, tetapi dari kelenjar khusus di bagian dalam sikunya. Kelenjar ini menghasilkan minyak yang kemudian dijilat oleh kukang dan dicampur dengan air liurnya untuk mengaktifkan racunnya. Racun ini tersimpan di antara giginya yang tajam dan runcing. Gigitan berbisanya digunakan untuk melawan sesama kukang dalam perebutan wilayah atau pasangan, serta untuk melindungi diri dari predator. Bagi manusia, gigitan ini bisa menyebabkan reaksi alergi parah yang bisa berakibat fatal.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Populer Kuningan untuk Liburan Keluarga

2. Mata Kukang Jawa Memiliki Fitur Canggih untuk Melihat di Kegelapan



Salah satu hal yang paling mencolok tentang kukang jawa adalah matanya yang besar dan bulat. Ukuran mata ini bukan hanya untuk membuatnya terlihat imut, tetapi juga merupakan adaptasi penting untuk gaya hidupnya yang aktif di malam hari. Di belakang retina matanya, terdapat lapisan jaringan reflektif yang disebut tapetum lucidum. Lapisan ini memantulkan cahaya yang masuk ke mata, sehingga meningkatkan kemampuan visual mereka dalam kondisi minim cahaya. Ini memungkinkan mereka untuk berburu serangga dan bergerak di antara dahan-dahan pohon di tengah kegelapan malam.

3. Meski Gerakannya Lambat, Kukang Jawa Memiliki Daya Tahan Genggaman yang Luar Biasa



Meskipun dikenal dengan nama “slow loris” karena gerakannya yang pelan, kukang jawa memiliki daya tahan genggaman yang sangat kuat. Mereka memiliki struktur khusus pada pembuluh darah di pergelangan tangan dan kakinya, yang memungkinkan aliran oksigen yang efisien ke otot-otot genggam mereka. Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk berpegangan pada dahan pohon selama berjam-jam tanpa merasa lelah atau kram. Hal ini sangat penting untuk gaya hidup arboreal mereka, baik saat mencari makan, beristirahat, atau mengintai mangsa.

Baca Juga:  Dua Lulusan IPDN Terbaik 2025 Ditetapkan di Inspektorat Garut

4. Meski Penyendiri, Kukang Jawa Punya Kehidupan Sosial yang Tak Terduga



Kukang jawa biasanya terlihat sendirian atau hanya berpasangan saat menjelajahi wilayahnya. Mereka sangat teritorial dan akan menggunakan gigitan berbisanya untuk mempertahankan wilayah kekuasaan mereka. Namun, meskipun terlihat antisosial, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka pernah ditemukan tidur dalam kelompok kecil. Mereka meringkuk bersama di antara rimbunnya rumpun bambu atau di dahan pohon yang terlindung. Perilaku ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki sisi sosial, setidaknya saat sedang tidak aktif.

5. Status Kritis Kukang Jawa Akibat Perburuan Ilegal



Ini adalah fakta yang sangat menyedihkan. Kukang jawa kini berada dalam status “Kritis” (Critically Endangered) akibat ancaman perburuan ilegal. Banyak pedagang memperdagangkan mereka sebagai hewan peliharaan eksotis. Praktik brutal ini sering kali melibatkan pemotongan atau pencabutan gigi kukang tanpa bius agar tidak bisa menggigit pemiliknya. Praktik ini menyebabkan infeksi parah, pendarahan, bahkan kematian. Selain itu, hilangnya habitat hutan di Pulau Jawa yang hanya tersisa sekitar 20% dari luas historisnya membuat populasi mereka semakin terfragmentasi dan sulit bertahan hidup.

Baca Juga:  Ribuan Buruh Datangi Balai Kota Bandung

Kesimpulan

Kukang jawa adalah bukti nyata betapa luar biasanya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Mereka bukan sekadar hewan lucu, melainkan primata dengan adaptasi evolusioner yang kompleks dan memukau. Menjadi tugas kita bersama untuk memastikan kelestarian mereka dengan tidak mendukung perdagangan hewan liar dan turut menjaga habitat alaminya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.