Jalan Nasional Ciamis-Cirebon Kembali Dibuka Setelah Pembangunan Jembatan Bailey
Jalan nasional Ciamis-Cirebon yang sebelumnya mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dilewati, kini kembali dapat digunakan. Pembukaan akses jalan tersebut terjadi pada Selasa 2 Desember 2025. Pemulihan akses ini dilakukan setelah tuntasnya pembuatan jembatan bailey di atas Sungai Cikaleho, tepatnya di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Pembangunan jalan nasional ini dilakukan setelah Jembatan Cikaleho runtuh pada Minggu 23 November 2025 pagi. Sebelumnya, pada Sabtu 8 November 2025, sebagian besar badan jalan mengalami ambrol akibat banjir yang disebabkan oleh luapan air dari Sungai Cikaleho. Kejadian ini menyebabkan gangguan besar dalam lalu lintas antar daerah.
Pantauan di lokasi jembatan menunjukkan bahwa sebelum resmi dibuka, petugas masih sibuk menyelesaikan pekerjaan akhir seperti pengaspalan jalan dan uji coba. Jembatan bailey yang dibangun memiliki panjang 30 meter dengan kapasitas 20 ton. Proses pembangunan jembatan ini dilakukan dalam waktu kurang dari satu minggu. Setelah resmi dioperasikan, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup. Sebelum dioperasikan secara penuh, dilakukan uji coba jembatan untuk memastikan kondisi jembatan secara keseluruhan.
Sebelum jembatan dibuka, beberapa truk tampak parkir tidak jauh dari jembatan dari arah Ciamis. Demikian pula dari arah utara, beberapa truk rela menunggu jembatan dibuka, daripada harus melintas jalur alternatif yang cukup memutar.
”Setelah jembatan selesai dibangun, langsung dilakukan uji coba. Setelah dinyatakan aman dan selesai, baru dibuka,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Uga Yugaswara, Selasa 2 Desember 2025, di sela meninjau jembatan yang baru saja selesai dikerjakan.
Untuk kegiatan buka tutup arus lalu lintas, pihaknya berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi terkait. ”Karena tidak memungkinkan dua arah, maka dilakukan buka tutup,” tuturnya.
Proses Pembangunan Jembatan Bailey
Proses pembangunan jembatan bailey dilakukan dengan cepat karena kebutuhan mendesak. Tim konstruksi bekerja keras untuk menyelesaikan proyek dalam waktu singkat. Meskipun prosesnya cepat, kualitas tetap menjadi prioritas utama. Jembatan ini dirancang untuk mampu menahan beban hingga 20 ton, sehingga bisa digunakan oleh kendaraan berat.
Penggunaan jembatan bailey adalah solusi sementara untuk menggantikan jembatan yang rusak. Meski tidak permanen, jembatan ini cukup kuat dan aman untuk digunakan. Hal ini memberikan keamanan bagi pengguna jalan selama proses pemulihan jembatan lama dilakukan.
Dampak Terhadap Masyarakat
Dengan dibukanya kembali jalan nasional Ciamis-Cirebon, masyarakat dan pengusaha di sekitar area ini merasa lega. Jalur alternatif yang biasanya digunakan lebih jauh dan memakan waktu kini tidak lagi diperlukan. Hal ini juga membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat tertutupnya akses jalan.
Selain itu, perjalanan antar daerah menjadi lebih lancar. Pengguna jalan, termasuk truk dan kendaraan umum, kini bisa kembali menggunakan jalur utama tanpa harus melewati jalur yang lebih panjang dan tidak nyaman.
Persiapan untuk Operasional Penuh
Meskipun jembatan sudah dibuka, pihak terkait masih melakukan persiapan untuk operasional penuh. Termasuk dalam persiapan ini adalah pengawasan berkala terhadap kondisi jembatan. Petugas akan terus memantau agar jembatan tetap dalam kondisi aman dan layak digunakan.
Selain itu, koordinasi dengan instansi lain tetap dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Sistem buka tutup akan terus diterapkan sampai semua kondisi memungkinkan untuk pengoperasian full-time.
Kesimpulan
Pembukaan kembali jalan nasional Ciamis-Cirebon merupakan langkah penting dalam pemulihan infrastruktur pasca-bencana. Dengan adanya jembatan bailey, akses jalan kembali lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pengusaha. Proses pembangunan yang cepat dan efisien menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.








