Bogor Tembus China: Bupati Bogor Lepas Ekspor Perdana 48 Ton Durian Beku

by -210 views
by
Bogor Tembus China: Bupati Bogor Lepas Ekspor Perdana 48 Ton Durian Beku

JABARMEDIA – Durian Bogor Mendunia: 48 Ton “Raja Buah” Beku Tembus Pasar Tiongkok Senilai Rp5,1 Miliar. Sektor pertanian dan hortikultura Kabupaten Bogor mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, komoditas durian beku asal Bumi Tegar Beriman berhasil menembus ketatnya pasar internasional. Sebanyak 48 ton durian beku dengan nilai valuasi mencapai Rp5,1 miliar resmi diekspor ke Tiongkok.

Pelepasan ekspor perdana ini dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, didampingi oleh Ketua Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean, dan Anggota Komisi V DPR RI, Marlyn Maisarah. Seremoni pelepasan berlangsung khidmat di fasilitas PT Zarafa Ridho Lestari, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, pada Senin (15/12/2025).

Momentum ini bukan sekadar pengiriman barang, melainkan sebuah pembuktian bahwa kualitas hasil bumi Kabupaten Bogor mampu bersaing dengan standar global yang ketat, khususnya pasar Tiongkok yang dikenal memiliki regulasi karantina yang tinggi.

Transformasi dari Lapak Pinggir Jalan ke Pasar Global

Dalam sambutannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa ekspor ini membuka gerbang peluang yang selama ini tertutup bagi petani lokal. Rudy menyoroti pergeseran paradigma pemasaran durian di Bogor yang selama ini identik dengan lapak pinggir jalan.

Baca Juga:  Bupati Bogor Kukuhkan 60 Angkota Paskibraka Kabupaten Bogor 2025

Ini adalah kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Hari ini, pintu-pintu perdagangan internasional terbuka lebar bagi Kabupaten Bogor. Selama ini, kita melihat durian lokal hanya dipasarkan secara konvensional di pinggir jalan kepada konsumen yang melintas. Namun hari ini, kita buktikan bahwa durian Bogor punya kelas dunia,” ujar Rudy dengan antusias.

Rudy menyadari bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk menata ulang ekosistem pertanian durian di wilayahnya. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), tenaga kerja lokal, dan para investor atau petani yang datang dari luar daerah.

Banyak pihak luar yang melihat potensi tanah Bogor, mereka datang membuka lahan dan menanam durian. Kita harus menyambut ini dengan kolaborasi. Saya mengundang pekerja lokal dan dinas terkait untuk bersinergi, memastikan bahwa keuntungan nilai tambah ini juga dirasakan oleh masyarakat Bogor,” tambahnya.

Diplomasi Rasa: Kunci Menembus Tiongkok

Di balik kesuksesan ekspor 48 ton durian beku ini, terdapat cerita diplomasi yang menarik. Ketua Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, mengungkapkan bahwa negosiasi untuk memasukkan durian Indonesia ke Tiongkok bukanlah hal yang instan. Ia menceritakan pendekatan unik yang dilakukan tim Indonesia saat menjamu delegasi Kementerian Pertanian Tiongkok di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Kabupaten Bogor Jadi Destinasi Wisata Favorit Jabar 2025

Pendekatan kami humanis dan langsung pada pembuktian rasa. Saat tim Tiongkok datang, kami suguhkan durian terbaik dari Sumatera, Sulawesi, dan Bali. Begitu mereka mencicipi, komunikasi menjadi cair. Dari diplomasi rasa itulah, protokol ekspor mulai disusun dan disepakati,” ungkap Sahat.

Sahat menjelaskan bahwa saat ini durian beku telah lolos protokol ekspor, dan kabar baiknya, durian segar pun telah mendapatkan lampu hijau untuk menyusul. Ini merupakan capaian besar mengingat ketatnya persyaratan fitosanitari (kesehatan tumbuhan) yang diterapkan oleh otoritas Tiongkok.

Potensi Pasar Imlek dan Kesejahteraan Petani

Tiongkok merupakan pasar konsumen durian terbesar di dunia. Menurut Sahat, permintaan di sana hampir tidak terbatas, terutama menjelang perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek. Jenis durian Montong, yang memiliki karakteristik daging tebal dan biji kecil, menjadi primadona yang sangat dicari.

Di Tiongkok, berapa pun kita kirim, pasti ludes terjual. Apalagi menjelang Imlek, permintaan melonjak drastis. Ini peluang emas bagi Jawa Barat, khususnya Bogor yang tanahnya sangat subur untuk durian,” jelas Sahat.

Baca Juga:  Bupati Bogor Beri Penghargaan Atlet KORMI Peraih Medali Emas di FORNAS

Namun, Sahat mengingatkan bahwa tujuan akhir dari ekspor ini bukanlah sekadar angka statistik perdagangan semata. Fokus utamanya haruslah kesejahteraan petani di hulu.

Target kita jelas: Petani harus sejahtera, pelaku usaha senang, dan devisa negara bertambah. Jangan sampai ekspor jalan terus, tapi petani di kebun tidak merasakan dampak ekonominya. Indonesia harus kembali menjadi rajanya buah tropis di mata dunia,” tegasnya menutup pembicaraan.

Masa Depan Agrobisnis Bogor

Keberhasilan PT Zarafa Ridho Lestari dalam melakukan ekspor perdana ini diharapkan menjadi pilot project yang bisa diduplikasi oleh pelaku usaha lain di Bogor. Dengan nilai ekspor Rp5,1 miliar untuk satu kali pengiriman, potensi pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja dari sektor agrobisnis diprediksi akan meningkat tajam di tahun-tahun mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bogor kini memiliki pekerjaan rumah untuk menjaga konsistensi kualitas panen, memastikan standar pengemasan, serta mempermudah regulasi bagi para petani dan eksportir agar “Emas Hijau” dari Bogor ini terus membanjiri pasar mancanegara.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.