Proyek Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan di Kabupaten Cirebon
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) telah merencanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 417 kilometer pada tahun 2025. Hingga saat ini, sebagian besar ruas jalan telah selesai dikerjakan, sementara beberapa lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Pemkab Cirebon berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proyek jalan tersebut tepat waktu hingga akhir tahun. Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak rekanan, pemerintah daerah tetap optimis bahwa semua target dapat tercapai.
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan bahwa salah satu ruas jalan yang masih dalam proses pengerjaan adalah jalan Gebang–Waled sepanjang 2,97 kilometer. Sisa pengerjaan sepanjang 1,5 kilometer direncanakan akan diselesaikan pada tahun 2026.
“Insya Allah kekurangan pembangunan ruas jalan Gebang–Waled ini akan diselesaikan pada tahun 2026,” ujar Agus saat meninjau langsung proyek jalan dalam kegiatan Safari Pembangunan, Selasa (16/12/2025).
Agus menjelaskan bahwa progres pembangunan jalan di Kabupaten Cirebon pada tahun ini telah mencapai hampir 90 persen. Pemerintah daerah optimistis seluruh target dapat tercapai hingga akhir tahun, meski terdapat kendala ketersediaan material karena proyek pembangunan jalan dilakukan secara bersamaan oleh pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
“Namun karena proyek ini harus selesai pada Desember, DPUTR akan terus mendampingi dan mengawasi pelaksanaannya agar bisa rampung sesuai target,” katanya.
Selain kendala material, faktor cuaca yang sering diguyur hujan juga sedikit memengaruhi proses pengerjaan. Meski demikian, Agus menegaskan bahwa seluruh pekerjaan fisik memiliki batas waktu yang jelas dan diyakini dapat diselesaikan tepat waktu.
“Pada 2025 ini, insya Allah semuanya bisa selesai. Rinciannya, peningkatan jalan sepanjang 47 kilometer dengan konstruksi rigid dan hotmix, pemeliharaan berkala 20 kilometer, serta pemeliharaan rutin sepanjang 350 kilometer. Total keseluruhan mencapai 417 kilometer,” jelasnya.
Selain proyek yang bersumber dari APBD, terdapat pula pembangunan jalan yang dibiayai APBN, yakni ruas Suranenggala Kidul–Arjawinangun dan Sindanglaut–Pabuaran.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Cirebon mengalokasikan dana sekitar Rp241 miliar untuk sektor jalan. Agus berharap pengerjaan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Jumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Cirebon ada 564 ruas. Anggaran jalan tidak terdampak efisiensi, dan kami juga tidak hanya mengandalkan APBD. Melalui DPUTR, kami akan terus mengusulkan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat,” pungkasnya.
Agus menargetkan bahwa pada tahun 2028 Kabupaten Cirebon dapat terbebas dari jalan rusak.









