Eva Rudy Susmanto: Hari Ibu Momentum Perkuat Peran Perempuan

by -274 views
by
Eva Rudy Susmanto: Hari Ibu Momentum Perkuat Peran Perempuan

JABARMEDIA – Peringatan Hari Ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momentum refleksi sejarah yang mendalam. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai hari bersejarah ini sebagai fondasi penguatan peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.

Menurut Eva, penghormatan terhadap Hari Ibu tidak boleh berhenti pada peran domestik di dalam keluarga saja. Lebih dari itu, Hari Ibu adalah pengakuan nyata atas kontribusi intelektual dan perjuangan fisik perempuan bagi eksistensi bangsa dan negara Indonesia.

Simbol Kebangkitan dan Persatuan

Dalam keterangannya, Eva Rudy Susmanto menegaskan bahwa Hari Ibu memiliki nilai filosofis yang sangat luas. Ia memandang peringatan ini sebagai pengingat akan titik balik kebangkitan kaum perempuan di tanah air.

Hari Ibu merupakan simbol kebangkitan, persatuan, dan kesatuan perjuangan perempuan Indonesia yang tidak terpisahkan dari garis waktu perjuangan bangsa ini secara keseluruhan,” tandas Eva dengan penuh semangat.

Baca Juga:  Aviary Park Bintaro: Surga Burung Di Tengah Kota Tangerang Selatan

Ia menambahkan bahwa penguatan peran perempuan saat ini menjadi salah satu kunci vital dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang adil dan makmur. Berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perempuan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi, sosial, maupun politik yang santun dan berdaya.

Napak Tilas Sejarah: Dari Yogyakarta hingga Bandung

Sebagai bentuk edukasi kepada publik, Eva mengulas kembali catatan sejarah panjang di balik penetapan tanggal 22 Desember. Ia mengingatkan bahwa akar dari peringatan ini adalah Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang digelar pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah yang mempersatukan berbagai organisasi perempuan di seluruh nusantara.

Dari pertemuan akbar di Yogyakarta itu, lahirlah Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI). Organisasi ini berdiri sebagai federasi mandiri yang memiliki visi besar: memperjuangkan harkat bangsa sekaligus mengangkat derajat perempuan agar menjadi sosok yang maju dan mandiri.

Perjuangan tersebut tidak berhenti di sana. Eva menjelaskan bahwa pada Kongres Perempuan Indonesia Kedua tahun 1935, konsep “Ibu Bangsa” mulai dikukuhkan. Perempuan Indonesia secara kolektif menyadari tanggung jawab besar mereka dalam mendidik. Serta membentuk karakter generasi penerus agar memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi.

Baca Juga:  Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Polres Bogor November 2025

Puncaknya terjadi pada Kongres Perempuan Indonesia Ketiga di Bandung tahun 1938. Di sanalah tanggal 22 Desember secara resmi ditetapkan sebagai Hari Ibu,” jelas Eva.

Penetapan bersejarah ini kemudian mendapatkan penguatan hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang memasukkannya dalam daftar Hari-Hari Nasional.

Harapan untuk Generasi Muda

Di era modern yang penuh tantangan digital, Eva Rudy Susmanto menaruh harapan besar pada generasi muda. Ia mengajak para pemuda-pemudi untuk mewarisi nilai-nilai perjuangan para pendahulu. Semangat persatuan yang ditunjukkan oleh kaum perempuan di masa pergerakan. Harus menjadi energi positif dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan nasional yang inklusif.

Seiring berjalannya waktu, institusi penggerak aspirasi perempuan pun terus bertransformasi. Dari Badan Kongres Perempuan Indonesia hingga berkembang menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tahun 1946. Kiprah perempuan Indonesia terbukti konsisten dalam menyuarakan hak-hak dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

Eva menekankan bahwa TP PKK Kabupaten Bogor akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program-program pemberdayaan perempuan menjangkau hingga tingkat desa. Hal ini dilakukan agar setiap perempuan di Kabupaten Bogor memiliki kesempatan yang sama. Tujuannya untuk berkarya dan memberikan dampak bagi kemajuan daerah.

Baca Juga:  Rahasia Membuat Keripik Kacang Bawang Renyah, Gurih dengan 5 Bahan

Peringatan Hari Ibu tahun ini diharapkan menjadi titik tolak bagi perempuan untuk lebih berani mengambil peran dalam pengambilan keputusan. Tanpa meninggalkan kodratnya sebagai pendidik utama di dalam keluarga.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.