Gempa Bumi Kecil Terjadi di Jawa Barat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 2,8 SR. Gempa tersebut terjadi di wilayah Jawa Barat pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 10.19 WIB. Titik pusat gempa berada di koordinat 8,03 LS dan 107,87 BT. Lokasi ini sekitar 78 km barat daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 27 km.
Wilayah Pangandaran yang Rawan Gempa
Pangandaran merupakan salah satu wilayah di selatan Jawa yang tergolong rawan gempa. Hal ini disebabkan oleh lokasinya yang berada di dekat zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Aktivitas pergerakan lempeng inilah yang sering memicu gempa tektonik, baik yang berkekuatan kecil maupun besar.
Dampak Gempa: Magnitudo Kecil, Kedalaman Menengah
Dengan magnitudo 2,8 SR dan kedalaman menengah 27 km, gempa ini diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Getarannya cenderung hanya dirasakan lemah atau bahkan tidak terasa di permukiman. Gempa dengan magnitudo kecil di zona subduksi umumnya menjadi bagian dari aktivitas tektonik normal dan tidak berbahaya selama tidak disertai peningkatan signifikan.
Imbauan BMKG dan Tips Keselamatan
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi hanya berasal dari sumber resmi. Berikut adalah arahan dan tips keselamatan dari BMKG:
- Tetap tenang dan jangan terpancing isu atau berita tidak benar.
- Kenali titik aman di dalam rumah, seperti di bawah meja kokoh atau menjauhi benda yang mudah jatuh.
- Jika berada di luar ruangan, jauhi bangunan tinggi, tiang listrik, dan pepohonan besar.
- Siapkan tas darurat sederhana berisi air minum, obat, baterai, dan dokumen penting.
- Pantau informasi lanjutan di kanal resmi BMKG karena data gempa dapat mengalami pemutakhiran.
Tetap Waspada, Jangan Panik
Meski gempa ini tergolong kecil, BMKG meminta masyarakat di wilayah selatan Jawa, termasuk Pangandaran, untuk tetap waspada namun tidak panik. Aktivitas gempa kecil merupakan hal yang umum terjadi di zona subduksi. Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi resmi dan siap siaga dalam menghadapi kondisi alam yang bisa berubah kapan saja.








