Kenaikan Harga Cabai di Kabupaten Pangandaran Jelang Tahun Baru
Menjelang pergantian tahun, harga komoditas cabai di pasar tradisional Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti permintaan yang meningkat menjelang hari besar dan kondisi cuaca yang memengaruhi produksi petani.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, menyampaikan bahwa beberapa komoditas utama, terutama cabai merah, cabai kriting, dan cabai rawit, mengalami kenaikan harga. Ia menjelaskan bahwa cabai rawit mencapai harga Rp80 ribu per kilogram, sementara pada minggu lalu bahkan sempat mencapai Rp95 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai kriting dan cabai merah di pasar-pasar yang dikelola pemerintah daerah tersebut berada di kisaran harga Rp70 ribu per kilogram. Tedi menilai kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Permintaan yang meningkat menjadi salah satu penyebab kenaikan harga,” ujarnya.
Selain permintaan yang tinggi, kondisi cuaca juga turut berkontribusi pada kenaikan harga cabai. Beberapa minggu terakhir, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan penurunan produksi petani cabai. Akibatnya, pasokan cabai mengalami penurunan, sehingga memicu kenaikan harga. “Ini membuat harga cabai naik karena pasokan tidak sebanding dengan permintaan,” jelas Tedi.
Namun, meskipun ada kenaikan harga untuk beberapa jenis cabai, Tedi memastikan bahwa kebutuhan pokok lain tetap tercukupi. “Kita juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tersebut cukup dan siap menghadapi Nataru,” tambahnya.
Seorang pedagang sayuran di Pasar Pananjung, Suyati (41), mengatakan bahwa harga cabai merah di tempatnya saat ini adalah Rp60 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit, harga yang ditawarkan adalah Rp70 ribu per kilogram. Namun, ia menambahkan bahwa harga cabai rawit mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu yang sempat mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Menurut Suyati, harga cabai rawit pada akhir tahun 2025 ini tidak akan melebihi Rp75 ribu per kilogram. Ia juga menjelaskan bahwa harga normal cabai rawit biasanya berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. “Jadi, harga saat ini masih lebih tinggi dari harga normal, tetapi sudah mulai menurun,” ujarnya.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Cabai
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga cabai di Kabupaten Pangandaran antara lain:
-
Permintaan yang meningkat
Kenaikan harga cabai terjadi karena permintaan yang meningkat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. Banyak masyarakat membeli cabai untuk keperluan masakan dan persiapan perayaan. -
Cuaca yang tidak menentu
Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan penurunan produksi cabai dari para petani. Hal ini mengakibatkan pasokan cabai berkurang, sehingga memengaruhi harga. -
Keterbatasan pasokan
Kenaikan harga juga dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan cabai di pasar. Karena produksi turun, harga cabai menjadi lebih mahal.
Kondisi Pasar dan Harapan Masa Depan
Meski harga cabai mengalami kenaikan, Tedi dan para pedagang percaya bahwa situasi ini bersifat sementara. Mereka berharap harga cabai akan kembali stabil setelah masa liburan berlalu. Selain itu, pemerintah daerah juga terus memantau situasi pasar untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap tercukupi.
Dengan adanya upaya pengendalian harga dan pemantauan pasar, diharapkan masyarakat dapat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pokok yang cukup dan terjangkau.







