Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Majalengka
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa IPM pada tahun 2025 mencapai angka 72,37, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi 71,37.
Kepala BPS Majalengka, Joni Kasmuri, ST., ME., menjelaskan bahwa komponen utama penyusun IPM menunjukkan tren positif. “Pengeluaran riil per kapita berada di angka Rp 11,094 juta, rata-rata lama sekolah 7,81 tahun, harapan lama sekolah 12,50 tahun, dan umur harapan hidup saat lahir mencapai 76,32 tahun,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Peningkatan IPM pada tahun ini mencapai 1,40 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada tahun-tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang berada di 70,76 persen dan 2022 di 70,18 persen, maka dapat dilihat bahwa IPM Majalengka mengalami kenaikan secara konsisten meski persentasenya relatif kecil.
IPM di Wilayah Ciayumajakuning
Joni menambahkan bahwa peningkatan IPM juga terjadi di seluruh wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Namun, Majalengka menempati posisi kedua setelah Indramayu.
Perbandingan kenaikan IPM di wilayah Ciayumajakuning tahun 2025 adalah sebagai berikut:
* Indramayu: 1,70 persen
* Majalengka: 1,40 persen
* Kabupaten Cirebon: 1,34 persen
* Kota Cirebon: 1,15 persen
* Kuningan: 1,05 persen
“Jumlah ini menunjukkan bahwa Majalengka berada dalam tren positif dan menjadi salah satu daerah dengan peningkatan IPM cukup signifikan di wilayah Ciayumajakuning,” katanya.
IPM Sebagai Indikator Kinerja Pembangunan Daerah
Menurut Joni, IPM mengukur tiga dimensi utama yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Indikator ini menjadi tolok ukur utama dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah selama periode 2021–2025.
“Peningkatan IPM mencerminkan perbaikan berkelanjutan dalam kualitas kesehatan masyarakat, capaian pendidikan, hingga ekonomi rumah tangga. Ini juga menandakan bahwa Majalengka berada di jalur pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.
Tanggapan dari Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, dr. H. Agus Suratman, menyambut baik kabar peningkatan IPM tersebut. Dirinya pun tak kuasa menutupi kebahagiaan itu, terlebih Dinas Kesehatan juga memiliki andil besar dalam meningkatkan IPM.
“Alhamdulillah, Majalengka langkung sae. IPM tahun ini naik,” ungkapnya melalui status WhatsApp yang turut dikutip.
Faktor-Faktor yang Mendorong Peningkatan IPM
Beberapa faktor yang berkontribusi pada peningkatan IPM di Kabupaten Majalengka antara lain:
* Peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih merata
* Penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai
* Program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup
* Pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan
Dengan adanya peningkatan IPM ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat program-program yang mendukung pembangunan manusia secara keseluruhan.








