Bencana Longsor di Sukabumi Akibat Hujan Deras
Bencana longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (28/12/2025) akibat hujan deras menyebabkan akses jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten tertutup total. Peristiwa ini memengaruhi arus lalu lintas selama beberapa jam, sehingga menimbulkan kemacetan dan kesulitan bagi pengguna jalan.
Longsor terjadi di tiga titik utama, yaitu di wilayah Desa Kertaangsana, Bojongsari, dan Cisitu, serta satu titik lainnya berada di ruas jalan provinsi. Kejadian ini mengakibatkan jalur transportasi utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dalam waktu yang cukup lama.
Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (P2BK), bencana longsor dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sejak siang hari. Limpahan air dan pergerakan material longsor mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, sementara longsor besar terjadi setelah Maghrib. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan dan kestabilan struktur jalan.
Untuk menangani bencana tersebut, berbagai unsur gabungan seperti BPBD, Polsek, Babinsa, Koramil, pemerintah desa, relawan WPBD, serta masyarakat setempat melakukan pembersihan material secara gotong royong. Meskipun alat berat masih dalam proses koordinasi, upaya manual tetap dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalan.
Indra Darmawan, Pranata Pencarian dan Pertolongan BPBD Kabupaten Sukabumi, menjelaskan bahwa penanganan secara manual memang memakan waktu lebih lama. Namun, target yang diharapkan adalah agar pekerjaan bisa selesai sebelum pukul 00.00 malam.
Terkini, pasca penanganan bencana, akses jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan. Salah seorang warga terdampak, Ari Sepiani (22), mengatakan bahwa arus lalu lintas mulai normal kembali sekitar pukul 01.00 WIB. Ia menyebutkan bahwa jalan provinsi sudah bisa dilewati lagi, dan kendaraan mulai berjalan.
Namun demikian, hingga saat ini pengangkatan material longsor masih terus dilakukan oleh para petugas dibantu warga, guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman dan tidak membahayakan pengguna jalan. Penanganan nasih dilakukan pembersihan material, dibantu warga.
Upaya Penanganan Bencana
Beberapa langkah penting telah diambil untuk mengatasi dampak dari bencana longsor ini:
- Koordinasi antar lembaga: Berbagai instansi seperti BPBD, Polsek, dan Koramil bekerja sama untuk memastikan proses penanganan berjalan efektif.
- Partisipasi masyarakat: Masyarakat setempat turut serta dalam pembersihan material longsor, baik secara manual maupun dengan bantuan alat berat.
- Pemantauan kondisi jalan: Petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa jalan kembali dalam kondisi aman dan layak digunakan.
Kesimpulan
Bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, menjadi peringatan akan pentingnya persiapan dan respons cepat terhadap bencana alam. Meski ada tantangan dalam proses penanganan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat berhasil mempercepat pemulihan kondisi jalan. Dengan kerja sama yang baik, masyarakat dan petugas berhasil mengatasi masalah ini dan mengembalikan normalisasi arus lalu lintas.








