Ketua Balawista Ingin Bangkai Kapal Viking Dipindahkan dari Pantai Pasir Putih Pangandaran

by -86 views
by
Ketua Balawista Ingin Bangkai Kapal Viking Dipindahkan dari Pantai Pasir Putih Pangandaran

Ancaman Serius dari Bangkai Kapal Viking di Pantai Pasir Putih Pangandaran

Di kawasan Pantai Pasir Putih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terdapat sebuah bangkai kapal yang dikenal dengan sebutan Viking. Bangkai kapal ini menjadi perhatian serius bagi para wisatawan dan petugas penjaga pantai. Tidak hanya sebagai objek yang menarik untuk dilihat, namun juga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, di lokasi tersebut telah terjadi tiga kejadian kecelakaan laut. Dua di antaranya berujung pada kematian. Insiden terbaru terjadi beberapa hari lalu ketika seorang wisatawan asal Tasikmalaya meninggal dunia setelah melompat dari bangkai kapal Viking. Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar terhadap keamanan area tersebut.

Ketua Balawista Pangandaran, Dodo Taryana, mengingatkan kepada para wisatawan agar tidak melakukan aktivitas berenang atau naik ke atas bangkai kapal Viking. Menurutnya, area tersebut memiliki kondisi yang sangat berbahaya. Selain hamparan batu karang, ada juga palung laut yang bisa menyebabkan pusaran air besar. Hal ini membuat risiko tenggelam semakin tinggi.

Baca Juga:  Aksi Wartawan Berlanjut ke Gedung DPRD Cianjur

“Sehingga wisatawan yang beraktivitas disana, beresiko tenggelam. Terus, bangkai kapal viking itu juga tidak mulus. Jadi, sangat kalau dinaiki,” ujar Dodo kepada Tribun Jabar di Pantai Barat Pangandaran, Senin (29/12/2025) pagi.

Selain itu, kondisi besi kapal Viking yang sudah lapuk juga bisa berisiko patah jika diinjak oleh wisatawan. “Jadi, sangat bahaya sekali. Di kanan dan kiri kapal itu juga ada karang,” tambahnya.

Menurut Dodo, bangkai kapal tersebut seharusnya dipindahkan dari posisi saat ini. Jika perlu, bisa ditenggelamkan dan dijadikan sebagai spot mancing. “Jujur saja, adanya bangkai kapal Viking itu menambah wilayah kerja kami sebagai life guard,” ucap Dodo.

Petugas BKSDA Pangandaran, Hadiat Kelsaba, menyampaikan bahwa keberadaan bangkai kapal Viking justru menyebabkan kerusakan terumbu karang. “Hasil budidaya (tranplantasi), itu 100 persen mengalami kerusakan,” ujarnya.

Potensi Bahaya yang Mengancam Wisatawan

Area bangkai kapal Viking tidak hanya berisiko bagi keselamatan pengunjung, tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan bawah laut. Berikut adalah beberapa potensi bahaya yang muncul:

  • Kondisi fisik bangkai kapal yang tidak stabil

    Besi kapal yang sudah lapuk rentan patah jika diinjak. Hal ini bisa menyebabkan cedera serius bagi siapa pun yang mencoba naik ke atasnya.

  • Adanya palung laut dan pusaran air

    Di sekitar bangkai kapal terdapat palung laut yang bisa menyebabkan arus air yang kuat. Hal ini meningkatkan risiko tenggelam bagi pengunjung yang berenang di sekitar area tersebut.

  • Bahaya dari batu karang yang tajam

    Di sekitar bangkai kapal juga terdapat banyak batu karang yang tajam. Jika pengunjung terpeleset atau terluka, mereka bisa mengalami luka parah.

  • Dampak terhadap ekosistem laut

    Keberadaan bangkai kapal dapat merusak terumbu karang yang sudah dikembangkan melalui program transplantasi. Ini bisa mengganggu keseimbangan ekosistem bawah laut.

Baca Juga:  Muridnya Bunuh Diri, Guru Fisika SMAN 6 Garut Negasi Bullying

Upaya Pemerintah dan Petugas Penjaga Pantai

Untuk mengatasi masalah ini, pihak terkait seperti Balawista dan BKSDA Pangandaran terus berupaya memastikan keselamatan pengunjung. Namun, tantangan tetap ada karena banyak wisatawan yang tidak menghiraukan peringatan dan terus berkunjung ke area tersebut.

Dodo Taryana menegaskan bahwa selain mengawasi wilayah Pantai Barat dan Timur, petugas juga harus menjaga Pantai Pasir Putih yang termasuk dalam kawasan Cagar Alam Pangandaran. Hal ini memperkuat tanggung jawab mereka dalam menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.