Liburan ke Cirebon? Coba Kuliner Tersembunyi Ini!

by -25 views
by
Liburan ke Cirebon? Coba Kuliner Tersembunyi Ini!

Cirebon: Wisata Rasa yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Nataru 2026

Cirebon, kota pesisir yang kaya akan sejarah dan kekayaan budaya, menjadi destinasi populer saat libur Natal dan Tahun Baru. Selain menikmati hidangan terkenal seperti empal gentong dan nasi jamblang, ada banyak kuliner unik yang layak dicoba. Berikut lima tempat makan yang tidak biasa namun sangat diminati oleh warga lokal:

1. Mie Yamien Bewok Kebon Cai

Warung sederhana ini dikenal dengan proses memasaknya yang masih menggunakan arang, menghasilkan aroma smokey yang khas. Seporsi yamien disajikan dengan topping ayam cincang dan sawi segar, memberikan rasa manis-gurih yang ringan namun menggugah selera.

Pengunjung dapat menikmati suasana hangat warung kecil ini pada malam hari, di mana obrolan pengunjung yang datang silih berganti menciptakan kesan ramah dan akrab. Harga seporsi mie berkisar antara Rp12.000–Rp18.000, tergolong murah untuk sajian dengan cita rasa unik.

Minuman sederhana seperti teh tawar dan es jeruk melengkapi menu tanpa menghilangkan kesan tradisional. Lokasi warung ini berada di Jalan Kebon Cai, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, tak jauh dari pusat kota. Akses jalan cukup sempit, sehingga lebih nyaman menggunakan motor atau berjalan kaki dari jalan utama.

Baca Juga:  BNN Temukan Ladang Ganja di Bogor

2. Mie Petruk

Mie Petruk adalah simbol kuliner malam Cirebon yang bertahan lintas generasi. Gerobak sederhana ini mulai ramai selepas magrib, menyajikan mie kuah dan mie goreng dengan racikan bumbu klasik yang konsisten sejak puluhan tahun.

Tanpa topping berlebihan, kekuatan rasa justru terletak pada kaldunya yang gurih dan tekstur mie yang kenyal. Harga satu porsi mie berada di kisaran Rp10.000–Rp15.000. Dengan porsi pas dan rasa yang mengenyangkan, Mie Petruk sering menjadi pilihan pengganjal perut sebelum pulang atau setelah berjalan malam di pusat kota.

Gerobak Mie Petruk biasa mangkal di Jalan Lemahwungkuk atau sekitar Keraton Kanoman. Dari Stasiun Prujakan, jaraknya sekitar 2 kilometer dan mudah dijangkau dengan becak, ojek, maupun kendaraan pribadi. Waktu terbaik datang adalah pukul 19.00–22.00 WIB sebelum antrean mengular.

3. Docang Pak Kumis

Docang adalah menu sarapan khas Cirebon yang mulai jarang ditemui. Di tangan Pak Kumis, lontong, tauge, daun singkong, dan parutan kelapa disiram kuah oncom hangat yang gurih pedas, menciptakan rasa yang kuat dan membumi.

Baca Juga:  Panggung untuk HUT Desa Cilebut Barat Bogor Roboh Akibat Angin Kencang

Satu porsi docang kerap menjadi pembuka hari bagi warga sekitar sebelum beraktivitas. Harga seporsi docang berkisar Rp8.000–Rp12.000. Meski sederhana, porsinya cukup mengenyangkan, apalagi jika ditambah gorengan sebagai pelengkap.

Lapak Docang Pak Kumis berada di Jalan Tentara Pelajar, Kota Cirebon dan biasanya buka sejak pagi hari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Dari pusat kota atau Stasiun Kejaksan, akses bisa ditempuh sekitar 10 menit berkendara. Karena berada di tepi jalan utama, pengunjung disarankan datang lebih pagi agar tidak kehabisan.

4. Sate Kalong

Dijuluki “sate kalong” karena bukanya malam hari, kuliner ini menyajikan sate berbahan daging yang dibumbui kecap manis dan rempah, menghasilkan rasa legit yang khas. Tekstur dagingnya empuk, disajikan dengan lontong atau nasi hangat, cocok disantap saat udara malam Cirebon mulai sejuk.

Harga satu porsi sate berkisar Rp18.000–Rp25.000, tergantung jumlah tusuk. Meski terjangkau, kepuasan rasanya membuat banyak pelanggan rela antre demi seporsi sate hangat. Lokasinya berada di sekitar kawasan Kanoman, Kota Cirebon, dan mulai buka sekitar pukul 19.00 hingga tengah malam. Akses menuju lokasi sangat mudah dari Alun-Alun Kanoman atau pusat kota, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi online.

Baca Juga:  SMP Islam Terpadu Al-Masduki: Sekolah Berakreditasi A yang Membentuk Generasi Berkarakter di Garut

5. Susu Murni Lawanggada

Berbeda dari jajanan berat, Susu Murni Lawanggada menawarkan kesegaran minuman susu sapi murni dengan berbagai pilihan rasa, mulai dari cokelat, stroberi, hingga jahe. Disajikan hangat atau dingin, minuman ini menjadi favorit warga untuk bersantai di sore hingga malam hari.

Harga satu gelas susu berada di kisaran Rp7.000–Rp12.000, menjadikannya pilihan ekonomis untuk semua kalangan. Selain susu, biasanya tersedia roti atau camilan ringan sebagai teman minum. Gerai ini berada di Jalan Lawanggada, Kota Cirebon. Dari pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit berkendara. Lokasinya berada di pinggir jalan utama, sehingga mudah ditemukan dan cocok dijadikan persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan.

Menutup perjalanan rasa, lima kuliner ini menunjukkan Cirebon bukan hanya tentang hidangan populer, tetapi juga tentang warung kecil dan lapak sederhana yang menyimpan cerita serta cita rasa lokal. Bagi wisatawan yang ingin pengalaman berbeda saat Nataru 2026, menyusuri sudut-sudut kota lewat kuliner anti-mainstream ini bisa menjadi cara terbaik menikmati Cirebon dengan lebih dekat dan autentik.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.