Jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Cirebon kembali dibuka pada pukul 14.00 WIB, Selasa (2/12/2025). Sebelumnya, jalur ini ditutup total sejak Senin (24/11/2025) akibat longsor di Jembatan Cikaleho, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku.
Untuk sementara, kendaraan dapat melintas melalui jembatan bailey yang dipasang di lokasi longsor. Petugas menerapkan sistem buka tutup agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
“Alhamdulillah hari ini Pemkab Ciamis sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, dan saat ini sudah bisa dilalui walaupun dengan sistem buka tutup. Untuk keselamatan Insya Allah terjamin,” ujar Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, saat ditemui di lokasi jembatan longsor.
Beban kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 20 ton. Hidayatullah meminta seluruh pengguna jalan mematuhi aturan tersebut.
“Kapasitas jembatan ini maksimal di 20 ton, tak boleh lebih 20 ton,” ujarnya.
Untuk kendaraan dengan berat di atas 20 ton, petugas mengarahkan melalui jalur alternatif. Rute tersebut meliputi Kawali–Rancah–Cisaga dan Kawali–Panjalu–Cihaurbeuti.
“Disiagakan personel Polres dan Dishub (selama buka tutup berlangsung). Ke depan akan dibuat rambu lalu lintas, petunjuk, agar pengguna jalan hati-hati dan bergantian,” kata Hidayatullah.
Jalur nasional Ciamis–Cirebon diketahui minim penerangan pada malam hari. Mengenai hal itu, Hidayatullah menyebut pemerintah daerah bersama Dinas Perhubungan sudah mempersiapkan pemasangan lampu PJU.
“Ke depan keselamatan yang utama, khususnya dalam menghadapi (masa libur panjang) Nataru 2025. Sehingga jalur lintas Cirebon Ciamis ini tak terhambat,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Uga Yugaswara, menambahkan bahwa jembatan bailey hanya bisa dilalui kendaraan dengan bobot maksimal 20 ton. Menjelang Lebaran 2026, pemerintah pusat sudah menggelar rakor terkait kesiapan jalur transportasi.
“Di pusat sudah rakor, yang penting jalur transportasi, angkutan umum, logistik dijamin harus lancar,” katanya.
Sebelumnya, pondasi Jembatan Cikaleho longsor akibat tergerus air sungai pada Sabtu (8/11/2025) setelah hujan deras mengguyur wilayah Ciamis. Hingga Minggu (23/11/2025), jalur nasional masih dapat dilalui dengan sistem buka tutup. Namun longsor kembali memburuk pada Senin (24/11/2025), sehingga jalur ditutup total selama pemasangan jembatan bailey.
Penyebab Longsoran dan Proses Pemulihan
Longsoran yang terjadi di Jembatan Cikaleho disebabkan oleh tergerusnya pondasi akibat aliran air sungai yang tinggi. Hal ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Ciamis pada awal November 2025. Meskipun jalur sempat dibuka kembali dengan sistem buka tutup, kondisi longsoran semakin memburuk, sehingga memaksa pihak berwenang untuk menutup jalur sepenuhnya.
Proses pemulihan dimulai dengan pemasangan jembatan bailey sebagai solusi sementara. Jembatan ini dirancang untuk menampung beban kendaraan hingga 20 ton. Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi batasan tersebut agar keselamatan tetap terjaga.
Jalur Alternatif dan Pengamanan Lalu Lintas
Untuk menghindari kemacetan, pihak berwenang menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan berat. Rute alternatif mencakup Kawali–Rancah–Cisaga dan Kawali–Panjalu–Cihaurbeuti. Selain itu, petugas dari Polres dan Dishub ditempatkan untuk mengatur arus lalu lintas selama sistem buka tutup berlangsung.
Pihak terkait juga berencana membuat rambu lalu lintas dan petunjuk jalan agar pengguna jalan lebih waspada dan menjaga keselamatan.
Persiapan Masa Libur Panjang
Menjelang masa libur panjang seperti Nataru 2025, pemerintah daerah dan dinas terkait sedang mempersiapkan pemasangan lampu PJU di jalur nasional Ciamis–Cirebon. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Selain itu, pemerintah pusat telah melakukan rapat koordinasi terkait kesiapan jalur transportasi, angkutan umum, dan logistik. Tujuannya adalah memastikan kelancaran perjalanan selama masa libur.
Tindakan Jangka Panjang
Meskipun jembatan bailey menjadi solusi sementara, pihak berwenang sedang merancang tindakan jangka panjang untuk memperbaiki kondisi jembatan asli. Proses perbaikan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana anggaran dan ketersediaan sumber daya.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan jalur nasional Ciamis–Cirebon dapat kembali berfungsi optimal tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi.








