Menteri Pariwisata: Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Langkah Penting Naik Kelas

by -29 views
by
Menteri Pariwisata: Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Langkah Penting Naik Kelas

Menteri Pariwisata Berikan Perhatian Khusus pada Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan menjadi langkah penting dalam memastikan desa wisata di Indonesia bisa naik kelas. Tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi keberhasilan 10 desa wisata yang berhasil meraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025. Dengan semakin banyaknya desa wisata yang tersertifikasi, diharapkan tercipta ekosistem pariwisata yang inklusif, berdaya saing global, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.

Sertifikasi ini dilaksanakan oleh Kemenpar bekerja sama dengan BCA melalui proses penentuan status mutu, standar, dan kualitas desa wisata. Mekanisme penilaian atau auditnya menggunakan kriteria dan indikator kepariwisataan berkelanjutan yang telah ditetapkan dalam Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Proses sertifikasi dilakukan melalui mekanisme penilaian lembaga sertifikasi yang bernaung di bawah Kemenpar, yaitu Lembaga Sertifikasi Produk Indonesia Sustainable Tourism Council (LS Pr-ISTC). Desa Wisata yang dipilih untuk disertifikasi adalah desa wisata berstatus maju atau mandiri, serta telah memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Pemkot Bogor Tata PKL Dadakan

Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan menjadi bagian dari strategi nasional pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan pilar-pilar pembangunan desa wisata mencakup ekonomi, sosial-budaya, serta lingkungan. Emiten dengan kode sandi BBCA itu berkomitmen mendukung Kementerian Pariwisata dalam pelaksanaan Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan.

“Kami meyakini inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pariwisata,” kata Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono.

Berikut daftar 10 desa wisata yang sudah sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan:

Desa Wisata Wanurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah;

Desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta;

Desa Wisata Les di Kabupaten Buleleng, Bali;

Desa Wisata Senaru di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat;

Desa Wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau;

Desa Wisata Kreatif Terong, di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung;

Desa Wisata Tamansari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur;

Desa Wisata Pentingsari di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta;

Desa Wisata Taro di Kabupaten Gianyar, Bali; dan

Desa Wisata Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga:  Menggali Sejarah Sisa Pajajaran

Keuntungan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan

Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan tidak hanya memberikan pengakuan formal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Dengan sertifikasi ini, desa wisata akan lebih mudah menarik investor dan pelaku usaha pariwisata yang peduli terhadap keberlanjutan.

Selain itu, sertifikasi ini juga meningkatkan citra desa wisata di tingkat nasional dan internasional. Hal ini membuka peluang baru untuk promosi dan kerja sama dengan pihak lain yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Desa wisata yang telah tersertifikasi juga memiliki akses ke berbagai program pendukung dari pemerintah dan lembaga swadaya. Ini termasuk pelatihan, bantuan teknis, serta dukungan finansial untuk pengembangan infrastruktur dan layanan wisata.

Selain itu, sertifikasi ini juga menjadi indikator bahwa desa wisata tersebut telah memenuhi standar tertentu dalam menjaga lingkungan, melindungi budaya lokal, serta memberdayakan masyarakat. Dengan demikian, desa wisata yang tersertifikasi akan lebih mampu bertahan dalam persaingan pariwisata yang semakin ketat.

Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan muncul lebih banyak lagi desa wisata yang mampu menjadi contoh sukses dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian alam dan budaya Indonesia.

Baca Juga:  IASP: Penyakit Mental Makin Mengancam

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.