JABARMEDIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengumumkan pelaksanaan proyek pemeliharaan dan perbaikan menyeluruh pada Jembatan Leuwiranji. Langkah ini diambil sebagai upaya vital untuk menjamin keamanan struktural, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga di wilayah tersebut.
Dampak dari pekerjaan ini, DPUPR secara resmi memberlakukan penutupan total Jembatan Leuwiranji bagi seluruh jenis kendaraan dan pejalan kaki. Penutupan akan berlangsung intensif mulai dari tanggal 13 Desember hingga 31 Desember 2025.
Sekretaris DPUPR Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, menjelaskan bahwa proyek pemeliharaan ini direncanakan berlangsung selama 1,5 bulan, dengan alokasi anggaran mencapai Rp4,8 miliar. Anggaran tersebut dikhususkan untuk memastikan perbaikan dilakukan secara komprehensif. Sehingga fungsi dan usia pakai jembatan dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Pekerjaan ini kami laksanakan bekerja sama dengan PT Aulian Putra Konstruksi, dan berada di bawah pengawasan penuh dari tim DPUPR Kabupaten Bogor. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk memastikan mutu pekerjaan terpenuhi dan fungsi jembatan tetap optimal ke depannya,” jelas Gantara Lenggana.
Jembatan Leuwiranji merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan antar-wilayah di Kabupaten Bogor. Dengan adanya penutupan total, DPUPR mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dan menggunakan jalur-jalur alternatif yang tersedia. Imbauan ini sangat penting untuk meminimalkan potensi kemacetan dan gangguan terhadap aktivitas harian warga.
Dikerjakan Sesuai Jadwal yang Ditetapkan
Meskipun penutupan total dilakukan hingga akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Komitmen ini bertujuan agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas perekonomian. Serta mobilitas warga dapat kembali berjalan normal di awal tahun baru.
Pemeliharaan jembatan ini menjadi prioritas mengingat intensitas penggunaan jalan dan jembatan di Kabupaten Bogor sangat tinggi. Kerusakan struktural kecil yang tidak segera ditangani dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Serta membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari. Oleh karena itu, langkah pemeliharaan preventif yang melibatkan penutupan sementara ini dianggap sebagai investasi infrastruktur yang penting.
“Kami memohon pengertian dan kerja sama dari seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama masa penutupan ini. Ini semua demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama dalam jangka panjang,” tambah Gantara, meyakinkan bahwa tim akan bekerja optimal untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.








