Pemkab Bogor Percepat Pengelolaan Sampah Desa, 40 Baktor Disebar di Setiap Kecamatan

by -24 views
by
Pemkab Bogor Percepat Pengelolaan Sampah Desa, 40 Baktor Disebar di Setiap Kecamatan

Penanganan Sampah di Kabupaten Bogor Dimulai dari Desa

Pemerantah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya memperbaiki masalah sampah dengan mengambil langkah-langkah nyata, mulai dari tingkat desa. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penyaluran 40 bak motor (baktor) roda tiga pengangkut sampah ke seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pengangkutan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Sayang DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi, menjelaskan bahwa setiap kecamatan mendapatkan satu unit baktor yang diberikan kepada desa dengan pengelolaan sampah terbaik. Dengan adanya baktor ini, diharapkan mampu membantu desa dalam menangani sampah secara lebih efektif.

“Masalah sampah ada di semua daerah. Di bawah arahan Bupati Bogor, kami mencoba menyelesaikannya dari hulu, yaitu dari desa,” ujar Agus, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, keberadaan baktor akan mempermudah proses pengangkutan dan pengelolaan sampah di tingkat desa, sehingga jumlah sampah yang dibuang ke TPAS Galuga bisa ditekan. Apalagi saat ini kondisi TPAS Galuga sudah tergolong padat. Dengan demikian, penanganan sampah dari hulu menjadi sangat penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir tersebut.

Baca Juga:  Satpol PP Amankan 6 PSK 'MiChat' di Hotel dan Kontrakan di Bogor

Selain menyediakan sarana, DLH Kabupaten Bogor juga aktif memberikan edukasi serta bimbingan teknis pengelolaan sampah ke tiap kecamatan. Agus menilai, jika sampah dikelola dengan baik mulai dari pemilahan hingga pengolahan, maka nilainya bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Rencana Pengembangan Bank Sampah

Ke depan, Pemkab Bogor juga berencana membentuk Bank Sampah Unit di tingkat RT, RW, desa, hingga kelurahan, serta Bank Sampah Induk di level kecamatan. Skema ini ditujukan untuk membangun kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Dengan sistem ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan dari hulu ke hilir, timbulan sampah Kabupaten Bogor yang mencapai 2.880 ton per hari diharapkan bisa berkurang signifikan. Selain mengurangi beban TPAS, langkah ini juga membuat armada pengangkut sampah bekerja lebih optimal.

Agus menambahkan, ke depan Pemkab dan Pemkot Bogor juga berpeluang mendapat prioritas pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPAS Galuga, serta pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF) bekerja sama dengan industri semen. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.

Baca Juga:  Sutradara dan 3 Pakar di Dirty Vote Dipolisikan, Isi Film Disebut Menentang UU Pemilu

Kehadiran Baktor sebagai Solusi Praktis

Adanya baktor di setiap kecamatan merupakan solusi praktis dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Dengan kendaraan khusus ini, pengangkutan sampah menjadi lebih cepat dan efisien, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh kendaraan besar. Hal ini juga membantu mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat sampah yang tidak tertangani dengan baik.

Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Yang terpenting saat ini, Agus mengapresiasi desa dan masyarakat yang mau bergerak bersama mengelola sampah dari bawah. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam suksesnya program pengelolaan sampah. Dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan sampah bisa dikelola secara lebih baik dan berkelanjutan.

Pemkab Bogor juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan sampah melalui berbagai inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, diharapkan Kabupaten Bogor dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.