Pemkab Pangandaran Perketat Pengawasan Pedagang untuk Antisipasi Getok Harga Nataru

by -26 views
by
Pemkab Pangandaran Perketat Pengawasan Pedagang untuk Antisipasi Getok Harga Nataru

Persiapan Pemkab Pangandaran Menghadapi Libur Nataru 2025/2026

Pantai Pangandaran selalu menjadi destinasi utama bagi wisatawan, terutama saat menghadapi libur panjang seperti Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keberadaan pengunjung yang ramai dan lalu-lalang kendaraan di kawasan ini menunjukkan bahwa Pantai Pangandaran tetap menjadi salah satu tempat wisata favorit di Jawa Barat.

Untuk menyambut Libur Nataru 2025/2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah melakukan berbagai langkah persiapan. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk melalui pertemuan lintas sektoral dan peninjauan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran pengunjung selama masa liburan.

Persiapan tidak hanya terfokus pada keamanan dan pengaturan lalu-lintas, tetapi juga mencakup aspek vital lainnya seperti revitalisasi destinasi wisata, penambahan posko kesehatan, pengaturan parkir, serta penerapan daftar harga di setiap pedagang dan kios. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah praktik getok harga yang pernah muncul di media sosial beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Inilah 6 Destinasi Liburan Populer di Garut untuk Tahun Baru!

Antisipasi Getok Harga di Kawasan Wisata

Praktik getok harga yang sempat muncul di kawasan wisata Pantai Pangandaran membuat Pemkab Pangandaran segera bertindak. Salah satu langkah yang diambil adalah mewajibkan para pedagang untuk membuat dan memasang daftar harga barang atau makanan yang dijualnya. Dengan demikian, wisatawan dapat mengetahui harga secara jelas sebelum membeli.

Meskipun demikian, berdasarkan temuan dan fakta yang ada, aksi getok harga hanya dilakukan oleh sebagian kecil penjual. Masalah ini telah disosialisasikan agar para pedagang membuat dan memasang daftar harga sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Pangandaran, Tedi Garnida, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghimbau para wisatawan untuk selalu menanyakan harga saat berbelanja. Sosialisasi ini tidak hanya ditujukan kepada para pedagang, tetapi juga kepada wisatawan agar mereka lebih waspada terhadap praktik-praktik tidak sehat.

Menurut Tedi, sosialisasi telah dilakukan jauh sebelumnya, namun dalam praktiknya masih ada pedagang yang melakukan getok harga. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya sosialisasi kepada kedua belah pihak, yaitu pedagang dan wisatawan.

Baca Juga:  Patung Raksasa Dedi Mulyadi Viral di Tasikmalaya, Gubernur Sebut Direndam Minyak Tanah 7 Hari 7 Malam

Pengawasan dan Pembinaan Terhadap Pelaku Usaha

Selain pengawasan terhadap getok harga, Pemkab Pangandaran juga memperketat pengendalian pedagang musiman di kawasan objek wisata. Koordinasi dengan Satpol PP dilakukan untuk memastikan pengawasan dan pembenahan terhadap pedagang musiman di kawasan Pantai Pangandaran.

Kepala Disparbud, Dadan Sugistha, menegaskan bahwa masalah getok harga menjadi sorotan utama dalam persiapan Libur Nataru 2025/2026. Melalui dinas terkait, Pemkab Pangandaran telah melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha di wilayah objek wisata.

Dadan menjelaskan bahwa pembinaan ini dilakukan demi menjaga kenyamanan dan kondusivitas wisatawan yang berkunjung. Ia menekankan pentingnya transparansi harga dalam berjualan agar pengunjung tidak merasa dirugikan.

Persiapan Matang untuk Momen Libur Nataru

Di sisi lain, Dadan menegaskan bahwa Pangandaran siap menghadapi lonjakan pengunjung selama Libur Nataru. Pihaknya terus menggelar pembinaan sekaligus memastikan bahwa seluruh unsur pendukung pariwisata di Pangandaran siap dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Kami terus komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak guna menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menjaga kualitas pariwisata,” ujar Dadan seraya menyebutkan persiapan matang diperlukan terutama terkait kebersihan, ketertiban, dan standar pelayanan.

Baca Juga:  Kangkung: Si Hijau Kaya Nutrisi, Murah Meriah, Dan Mudah Diolah



About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.