Penangkapan Empat Tersangka Pencurian Modus Ganjal ATM di Kota Bogor
Empat orang tersangka pencurian modus ganjal ATM di Kota Bogor berhasil ditangkap oleh polisi pada hari Senin (15/12/2025). Keempat tersangka tersebut adalah SA (42), RP (28), ZR (47), dan A (42). Mereka diduga melakukan aksi kejahatan ini dengan memanfaatkan cara yang cukup rumit, hingga berhasil mengambil uang sebesar 210 juta rupiah dari satu mesin ATM.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho menjelaskan bahwa keempat tersangka memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya. SA bertugas sebagai pesawat, sementara RP berperan sebagai pengemudi. ZR bertanggung jawab atas pemasangan tusuk untuk memanipulasi mesin ATM, sedangkan A bertugas mengintip korban saat mereka melakukan transaksi.
“SA merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus serupa di Tangerang dan Soekarno-Hatta,” kata Kompol Aji di Mako Polresta Bogor Kota.
Cara Pelaku Melakukan Aksinya
Pelaku melakukan aksinya dengan memanfaatkan situasi ketika kartu korban terjebak di mesin ATM. Saat itu, pelaku menawarkan bantuan kepada korban dan kemudian memanipulasi mesin dengan menggunakan tusuk untuk mengganti kartu korban dengan kartu milik mereka sendiri. Setelah berhasil, para pelaku membagi hasil uang curiannya secara merata.
Menurut Kompol Aji, uang hasil tindakan mereka digunakan untuk berpesta, mabuk-mabukan, dan hidup yang tidak teratur.
DPO dan Pengejaran oleh Polisi
Saat ini, ada dua orang yang masih dalam status DPO (Drafter Pencarian Orang) dan tengah dilakukan pengejaran oleh polisi. Kedua orang ini dianggap sebagai aktor intelektual dari kasus ini. Mereka adalah M dan W, yang juga berasal dari Lampung.
“M dan W berperan sebagai otak dari kasus ini,” tambah Kompol Aji.
Aksi Dramatis Saat Penangkapan
Aksi penangkapan para pelaku mencuri dengan modus ganjal ATM terjadi secara dramatis. Polisi sampai menembakan peluru peringatan kepada para pelaku saat mereka melarikan diri dengan kendaraan. Menurut Kompol Aji, hal ini terjadi saat pelaku melaju kencang dan tidak menghiraukan peringatan dari polisi.
Polisi memberikan tiga kali tembakan peringatan, tetapi mobil pelaku tetap melaju tanpa berhenti. Akhirnya, polisi terpaksa mengarahkan tembakannya ke kendaraan yang digunakan oleh pelaku. Peluru tersebut tepat mengenai dua roda bagian belakang mobil.
“Kendaraan berhenti di tengah jalan,” ujar Kompol Aji.
Peran Anggota Tim Penangkapan
Selain penangkapan langsung, tim penangkapan juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak lain untuk memastikan keberhasilan operasi. Mereka melakukan pengintaian dan pemantauan terhadap keberadaan para pelaku sebelum akhirnya dapat menangkap mereka.
Pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen polisi dalam memberantas tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Selain itu, penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan lainnya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.








